RADARTUBAN - Kabar panas kembali mengguncang ruang ganti raksasa Serie A, AC Milan. Di tengah upaya Rossoneri menyelamatkan akhir musim, nama Massimiliano Allegri justru dikabarkan mulai mempertimbangkan hengkang dari San Siro. Situasi internal klub disebut menjadi pemicu utama.
Laporan media Italia Corriere dello Sport menyebut Allegri sedang mengalami ketegangan serius dengan Zlatan Ibrahimovic serta jajaran manajemen senior Milan.
Baca Juga: Masa Depan Massimiliano Allegri di AC Milan Mulai Goyah, Timnas Italia Mengintai Serius
Hubungan yang tidak harmonis itu diyakini membuat pelatih 58 tahun tersebut mulai kehilangan kenyamanan menjalankan proyek jangka panjang bersama Rossoneri.
Rumor ini langsung memantik reaksi besar publik sepak bola Italia. Sebab, Allegri baru diproyeksikan menjadi figur sentral untuk mengembalikan identitas AC Milan setelah periode yang dinilai inkonsisten dalam beberapa musim terakhir.
Konflik Internal Mulai Mengganggu Stabilitas Milan
Situasi di internal Milan belakangan memang terlihat tidak sepenuhnya tenang.
Ibrahimovic yang kini memiliki pengaruh besar dalam struktur klub disebut semakin aktif terlibat dalam berbagai keputusan strategis, termasuk urusan teknis tim.
Di sisi lain, Allegri dikenal sebagai pelatih dengan karakter kuat dan independen.
Perbedaan pandangan soal arah proyek klub disebut perlahan memunculkan friksi yang makin sulit disembunyikan.
Corriere dello Sport melaporkan, Allegri kini “mempertimbangkan meninggalkan Milan pada akhir musim karena persoalan pribadi dengan Zlatan Ibrahimovic dan manajemen senior klub.”
Meski belum ada pernyataan resmi dari Milan, atmosfer ketidakpastian mulai terasa.
Terlebih, tekanan suporter terhadap performa tim musim ini juga terus meningkat.
Timnas Italia Bisa Jadi Pelabuhan Berikutnya
Menariknya, laporan yang sama menyebut Allegri berpotensi melanjutkan karier bersama tim nasional Italia.
Opsi tersebut mulai dianggap realistis jika situasi di Milan tidak membaik dalam beberapa pekan ke depan.
Pengalaman Allegri di sepak bola Italia memang sulit dipandang sebelah mata.
Mantan pelatih Juventus itu dikenal sebagai sosok yang piawai mengelola tekanan besar dan membangun mental juara di ruang ganti.
Jika benar meninggalkan Milan, maka itu akan menjadi babak baru penuh drama bagi salah satu pelatih paling berpengaruh di Serie A dalam satu dekade terakhir.
Kini, publik hanya menunggu satu hal: apakah Milan mampu meredam konflik internal sebelum semuanya benar-benar meledak di akhir musim. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni