RADARTUBAN - Keputusan besar kembali mengguncang raksasa Serie A, AC Milan. Setelah musim yang penuh tekanan dan inkonsistensi, manajemen Rossoneri akhirnya mengambil langkah drastis.
Igli Tare dipastikan akan meninggalkan Milan pada akhir musim ini setelah pemilik klub, Gerry Cardinale, memutuskan mengakhiri kerja sama dengan direktur olahraga asal Albania tersebut.
Kabar itu pertama kali diungkap jurnalis transfer Italia, Matteo Moretto, melalui laporan terbaru di media sosial X.
“Keputusan telah dibuat: Igli Tare akan meninggalkan Milan. Cardinale memutuskan berpisah dengan direktur olahraga itu di akhir musim. Pengumuman resmi akan dilakukan setelah musim berakhir,” tulis Moretto.
Baca Juga: Tiga Skenario Gila AC Milan Musim Depan, Ibrahimovic hingga Galliani Berebut Kendali Klub
Tak hanya itu, laporan tersebut juga menyebut perpisahan Tare bukan satu-satunya perubahan besar di tubuh Milan.
“Kepergian Tare bukan satu-satunya di Milan. Beberapa bagian lain dari proyek ini juga diperkirakan akan meninggalkan klub,” lanjut laporan tersebut.
Akhir Singkat Era Tare di Milan
Kehadiran Igli Tare sejatinya sempat memunculkan optimisme besar di kalangan tifosi.
Mantan petinggi Lazio itu dikenal sebagai sosok berpengalaman dalam membangun skuad kompetitif dengan anggaran terbatas.
Rekam jejaknya di Lazio bahkan dianggap sebagai salah satu yang terbaik di Serie A dalam satu dekade terakhir.
Namun di Milan, situasinya berbeda. Tekanan tinggi, hasil yang tidak stabil, serta kebijakan transfer yang menuai kritik membuat posisinya perlahan melemah.
Manajemen disebut kecewa karena proyek yang dibangun belum mampu membawa Milan kembali stabil di papan atas Eropa.
Musim ini Rossoneri memang beberapa kali tampil inkonsisten, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.
Situasi itu memunculkan spekulasi bahwa Cardinale tengah menyiapkan restrukturisasi besar-besaran di internal klub.
Baca Juga: Max Allegri Pertimbangkan Tinggalkan AC Milan, Konflik Internal dengan Zlatan Ibrahimovic Memanas
Revolusi Baru Milan Dimulai
Keputusan melepas Tare diyakini menjadi sinyal bahwa Milan akan memasuki fase baru.
Bukan sekadar pergantian direktur olahraga, tetapi kemungkinan perubahan menyeluruh dalam struktur manajemen hingga komposisi skuad.
Kini perhatian publik tertuju pada siapa sosok pengganti Tare dan bagaimana arah proyek baru Milan musim depan.
Di tengah tekanan tifosi yang semakin besar, Cardinale tampaknya tidak lagi ingin setengah-setengah membangun ulang Rossoneri.
Jika benar akan ada “potongan puzzle lain” yang ikut pergi, maka musim panas nanti bisa menjadi salah satu periode paling panas dalam sejarah modern Milan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni