RADARTUBAN – Malam ini bukan sekadar pertandingan biasa bagi Persis Solo. Jutaan pasang mata pendukung Laskar Sambernyawa dipastikan tertuju ke Stadion Sultan Agung, Bantul, saat PSIM Yogyakarta menjamu Madura United. Sebab, hasil laga itu bisa menjadi garis pemisah antara harapan dan kehancuran.
Kemenangan Persis Solo atas Dewa United memang sempat membuka napas baru dalam perebutan tiket bertahan di BRI Super League. Namun situasinya belum aman. Sama sekali belum aman.
Saat ini Persis berada di peringkat ke-16 dengan 31 poin dari 33 pertandingan. Posisi itu tepat berada di bibir jurang degradasi. Di atasnya, Madura United mengoleksi 32 poin dari 32 laga.
Artinya, jika Madura United berhasil menang malam ini, mereka akan melonjak ke 35 poin dan secara otomatis mengunci nasib Persis Solo turun kasta ke Liga 2 musim depan.
Baca Juga: Usai Ditahan Imbang Persis Solo di Manahan, Ichsas Baihaqi Minta Persebaya Segera Evaluasi Tim
Skenario “Game Over” Menghantui Persis
Tekanan psikologis kini tidak hanya dirasakan pemain Persis, tetapi juga ribuan suporternya. Mereka tidak lagi memegang kendali penuh atas nasib sendiri.
Situasi ini membuat laga PSIM versus Madura United terasa seperti pertandingan hidup-mati bagi dua kubu sekaligus.
Persis hanya bisa berharap PSIM mampu menghentikan laju Madura United. Jika tidak, perjuangan panjang musim ini akan berakhir pahit.
Madura United Datang dengan Luka dan Tekanan
Di sisi lain, Madura United juga sedang berada dalam tekanan besar usai kalah 1-3 dari Bhayangkara FC.
Kekalahan itu membuat posisi mereka belum aman dari ancaman degradasi.
Pelatih Madura United, Rakhmad Basuki, meminta timnya segera melupakan hasil buruk tersebut.
Ia menginstruksikan pemain tampil lepas dan ngotot demi mengamankan poin penting di Bantul.
Madura United sadar, kemenangan malam ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi soal menyelamatkan harga diri dan masa depan klub di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Bernardo Tavares Waspadai Kebangkitan Persis Solo, Persebaya Bidik Empat Besar Super League
PSIM Siapkan Happy Ending di Bantul
Namun PSIM Yogyakarta dipastikan bukan lawan yang akan memberi belas kasihan. Bermain di kandang sendiri dalam laga penutup musim, Laskar Mataram ingin memberikan akhir manis bagi suporternya.
Atmosfer Stadion Sultan Agung diprediksi membara dengan dukungan Brajamusti dan The Maident.
Bagi Persis Solo, malam ini mungkin terasa lebih panjang dari biasanya. Karena nasib mereka kini benar-benar bergantung pada tim lain. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama