Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Arsenal dan Manchester City Saling Sikut, Perebutan Gelar Premier League 2026 Memanas

Tulus Widodo • Senin, 18 Mei 2026 | 17:49 WIB
Perebutan gelar Premier League 2026 antara Arsenal dan Manchester City terus memanas jelang akhir musim. (instagram.com/Arsenal)
Perebutan gelar Premier League 2026 antara Arsenal dan Manchester City terus memanas jelang akhir musim. (instagram.com/Arsenal)

RADARTUBAN - Persaingan perebutan gelar Premier League 2026 berubah menjadi drama paling menegangkan di Eropa. 

Saat sejumlah liga elite sudah memastikan juara, Inggris justru masih menyisakan pertarungan panas antara Arsenal dan Manchester City yang terus berpacu hingga pekan terakhir musim.

Akun X @CataPaul2 merilis daftar klub yang telah memastikan diri menjadi kampiun liga domestik Eropa musim 2026. 

Nama-nama raksasa seperti Barcelona di LaLiga, Inter Milan di Serie A, hingga Bayern Munich di Bundesliga kembali menegaskan dominasi mereka di negaranya masing-masing.

Namun sorotan terbesar justru tertuju ke Inggris.

Baca Juga: Drama Celtic Gusur Hearts di Pekan Terakhir, Arsenal Terancam Bernasib Sama di Liga Inggris

Premier League Jadi Pertarungan Paling Brutal

Di saat liga lain mulai menikmati pesta juara, Premier League masih menghadirkan tekanan luar biasa. 

Arsenal yang tampil lebih matang musim ini belum benar-benar aman dari kejaran Manchester City, tim yang dalam beberapa tahun terakhir identik dengan mental juara dan kemampuan bangkit di momen kritis.

Situasi ini membuat perebutan gelar terasa lebih emosional. Arsenal membawa ambisi mengakhiri puasa panjang trofi liga, sementara City ingin mempertahankan reputasi sebagai penguasa Inggris era modern.

Atmosfer persaingan itu berbeda dibanding liga lain yang relatif lebih cepat menemukan juaranya.

Dominasi Klub-Klub Tradisional Eropa

Musim 2026 juga memperlihatkan pola lama yang kembali berulang. Klub-klub dengan fondasi finansial kuat dan kedalaman skuad tetap mendominasi. 

Paris Saint-Germain kembali menguasai Prancis, Celtic berjaya di Skotlandia, sementara Galatasaray sukses mempertahankan supremasi di Turki.

Menariknya, ada kejutan dari Swiss ketika FC Thun berhasil merebut gelar Swiss Super League. Di Denmark, AGF juga mencuri perhatian setelah keluar sebagai kampiun.

Inggris Masih Jadi Pusat Perhatian Dunia

Meski banyak liga sudah selesai, perhatian publik sepak bola dunia tetap mengarah ke Inggris. 

Premier League sekali lagi membuktikan diri sebagai kompetisi paling dramatis, paling keras, sekaligus paling menguras emosi.

Arsenal dan Manchester City kini bukan sekadar berebut trofi. Mereka sedang mempertaruhkan identitas, sejarah, dan gengsi sebagai penguasa sepak bola Inggris musim 2026. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#manchhester city #premier league #serie A #arsenal