Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Juventus Terancam Krisis Finansial Besar, John Elkann Siapkan Langkah Darurat Penyelamatan Klub

Tulus Widodo • Selasa, 19 Mei 2026 | 16:28 WIB
John Elkann dan manajemen kini membahas langkah darurat menyelamatkan juventus. (Liga Olahraga)
John Elkann dan manajemen kini membahas langkah darurat menyelamatkan juventus. (Liga Olahraga)

RADARTUBAN - Situasi di internal klub raksasa Serie A, Juventus semakin panas, bukan hanya di lapangan, tetapi juga di ruang direksi. 

Pekan ini, pemilik klub John Elkann dijadwalkan bertemu dengan Luciano Spalletti, Damien Comolli, dan Giorgio Chiellini untuk membahas krisis serius yang sedang menghantam Bianconeri.

Laporan Tuttosport menyebut kondisi keuangan Juventus berada dalam tekanan berat setelah kegagalan memenuhi target kompetisi Eropa musim ini.

“Perkiraan kerugian mencapai sekitar 80 juta euro. Pendapatan Europa League hanya berkisar 20-40 juta euro, dengan defisit minimum mencapai 50 juta euro,” tulis laporan tersebut.

Angka itu menjadi alarm keras bagi klub sebesar Juventus.

Baca Juga: Federico Chiesa Berpotensi Tinggalkan Liverpool, Juventus dan Napoli Mulai Bergerak

Liga Champions Jadi Pembeda Segalanya

Perbedaan pemasukan antara UEFA Champions League dan UEFA Europa League disebut menjadi akar masalah utama. 

Distribusi hadiah Liga Champions mencapai 2,47 miliar euro, sedangkan Europa League hanya sekitar 565 juta euro.

Gap finansial yang sangat besar itu membuat Juventus kehilangan sumber pendapatan vital. Efeknya langsung terasa terhadap stabilitas proyek klub.

Karena itu, peningkatan modal baru kini disebut hampir tidak terhindarkan.

Dua Jalan Berat Juventus

Dalam rapat penting pekan ini, manajemen Juventus disebut sedang mempertimbangkan dua strategi berbeda.

Opsi pertama adalah pendekatan konservatif: menjual satu pemain bintang dan memangkas beban gaji tim. 

Langkah ini dianggap paling realistis untuk menyeimbangkan neraca keuangan dalam waktu cepat.

Namun ada juga opsi agresif. Juventus tetap ingin melanjutkan perekrutan pemain besar demi menjaga daya saing. 

Masalahnya, aturan UEFA membatasi pengeluaran klub maksimal 70 persen dari total pendapatan.

Di titik inilah dilema Juventus terlihat jelas.

Mereka ingin tetap menjadi raksasa Eropa, tetapi kondisi finansial memaksa klub berpikir jauh lebih hati-hati dibanding era kejayaan sebelumnya. 

Kini publik Turin menunggu satu pertanyaan besar: apakah Juventus akan bertahan sebagai kekuatan elite, atau mulai memasuki fase pengorbanan besar demi menyelamatkan masa depan klub? (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#luciano spaletti #Juventus #John Elkann #serie A #damien comolli