RADARTUBAN – Antonio Conte kembali menunjukkan bahwa dirinya bukan pelatih biasa.
Di tengah rumor panas soal masa depannya, pelatih karismatik asal Italia itu dikabarkan telah mengambil keputusan mengejutkan: meninggalkan Napoli pada akhir musim ini, meski harus kehilangan uang dalam jumlah fantastis.
Laporan Il Mattino via jurnalis Guillaume Pacini menyebutkan Conte siap melepas satu tahun sisa gajinya sekaligus hak pesangon yang nilainya diperkirakan mencapai 18 juta euro atau sekitar Rp 318 miliar.
Keputusan itu langsung mengguncang publik sepak bola Italia. Sebab, di era sepak bola modern ketika kontrak dan kompensasi menjadi segalanya, Conte justru memilih pergi tanpa menunggu “uang perpisahan”.
Baca Juga: Napoli Siapkan Kontrak Baru Antonio Conte, Rafael Leao dan Richard Rios Jadi Target Utama
Conte Pilih Pergi dengan Kepalanya Tegak
Belum ada pernyataan resmi dari Napoli maupun Antonio Conte. Namun kabar dari media Italia tersebut sudah cukup membuat atmosfer Serie A memanas.
Langkah Conte dianggap sebagai sinyal kuat adanya ketidakcocokan serius di balik layar.
Bukan sekadar soal hasil pertandingan, melainkan kemungkinan berkaitan dengan proyek klub, transfer pemain, hingga arah masa depan Napoli musim depan.
Yang membuat cerita ini semakin dramatis adalah sikap Conte sendiri. Mantan manager Chelsea itu disebut rela mengorbankan hak finansial besar demi mengakhiri hubungan dengan caranya sendiri.
Dalam dunia sepak bola elite, keputusan seperti itu sangat jarang terjadi.
Napoli Terancam Masuk Fase Ketidakpastian
Kepergian Conte jelas menjadi pukulan besar bagi Napoli. Sosok mantan pelatih Juventus, Inter Milan, dan Chelsea itu sebelumnya diharapkan menjadi figur yang mampu membawa stabilitas sekaligus mental juara ke ruang ganti Partenopei.
Namun kini, Napoli justru berpotensi kembali memasuki fase transisi yang melelahkan.
Situasi ini juga memunculkan spekulasi baru mengenai klub tujuan Conte berikutnya.
Beberapa media Italia mulai mengaitkannya dengan sejumlah klub besar Eropa yang tengah mencari pelatih bermental kuat.
Jika kabar ini benar-benar terealisasi, maka akhir musim Napoli nanti bukan hanya soal pergantian pelatih.
Ini adalah akhir dari proyek yang bahkan belum sempat mencapai puncaknya. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni