RADARTUBAN - Tak banyak yang percaya kisah ini bisa benar-benar terjadi. Tujuh tahun lalu, Como 1907 masih berkubang di kasta keempat sepak bola Italia. Stadion mereka sepi, masa depan klub suram, dan nama Como nyaris hilang dari percakapan elite sepak bola Eropa.
Kini semuanya berubah drastis. Como resmi memastikan tiket ke UEFA Champions League musim depan.
Sebuah pencapaian luar biasa yang membuat publik Italia terdiam sekaligus kagum terhadap revolusi besar yang dibangun Cesc Fàbregas bersama timnya.
Kabar itu diumumkan akun X sepak bola Eropa EuroFoot dengan pernyataan emosional.
“Como telah LOLOS ke UEFA Champions League! Pencapaian luar biasa dari Cesc Fabregas dan timnya. Tujuh tahun lalu, Como masih bermain di divisi keempat sepak bola Italia. Musim depan, mereka akan menghadapi elite Eropa.” tulis laporan tersebut.
Dari Klub Terlupakan Menjadi Sensasi Italia
Perjalanan Como bukan sekadar soal promosi beruntun. Ini adalah cerita tentang klub kecil yang bangkit dari keterpurukan finansial, membangun identitas baru, lalu menantang dominasi klub-klub raksasa Serie A Italia.
Kehadiran Fabregas menjadi titik balik penting. Awalnya datang sebagai pemain senior, pria Spanyol itu perlahan berubah menjadi otak revolusi Como.
Mantan bintang Barcelona itu membawa filosofi sepak bola modern, ketenangan, dan mentalitas pemenang ke ruang ganti.
Musim ini klub yang mayoritas sahamnya dimiliki Group Djarum itu tampil mengejutkan.
Mereka bermain berani, agresif, dan penuh disiplin. Banyak tim besar Serie A kesulitan menghadapi organisasi permainan mereka.
Fabregas Ubah Mentalitas Klub
Keberhasilan Como tidak lahir dari belanja besar semata. Fabregas membangun sesuatu yang jauh lebih penting: keyakinan.
Dari tim yang dulu hanya berharap bertahan hidup, Como kini menjadi simbol bahwa mimpi dalam sepak bola masih mungkin terjadi.
Atmosfer kota Como pun berubah total. Klub yang dulu nyaris tenggelam kini menjadi kebanggaan baru Italia utara.
Suporter yang selama bertahun-tahun hidup dalam kekecewaan akhirnya bisa bermimpi melihat malam Liga Champions di Stadion Giuseppe Sinigaglia.
Eropa Kini Menunggu Como
Musim depan, Como tidak lagi sekadar cerita romantis. Mereka akan berdiri sejajar dengan klub-klub elite Eropa.
Dari divisi empat menuju panggung Liga Champions dalam tujuh tahun — ini bukan sekadar pencapaian. Ini adalah dongeng sepak bola modern yang benar-benar nyata. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni