RADARTUBAN - Kontroversi besar muncul menjelang dimulainya Piala Dunia 2026.
Federasi Sepak Bola Iran mengklaim alokasi tiket resmi untuk para pendukung mereka dicabut hanya beberapa hari sebelum turnamen dimulai.
Situasi tersebut membuat ribuan pendukung Iran yang sudah merencanakan perjalanan ke Amerika Serikat terancam tidak bisa menyaksikan langsung pertandingan tim nasional mereka.
Baca Juga: Neymar Cedera Betis, Carlo Ancelotti Tetap Optimistis Bintang Brasil Bisa Tampil di Piala Dunia
Iran Klaim Alokasi Tiket Dicabut
Menurut Federasi Sepak Bola Iran, mereka tidak lagi memiliki akses terhadap kuota tiket yang biasanya diberikan FIFA kepada setiap negara peserta.
Berdasarkan aturan FIFA, setiap federasi peserta umumnya memperoleh sekitar delapan persen kapasitas stadion untuk didistribusikan kepada suporternya. Namun Iran mengklaim jatah tersebut telah dicabut menjelang turnamen.
Pihak Iran menyebut keputusan itu merugikan para pendukung yang telah membeli paket perjalanan dan membuat rencana untuk hadir di stadion.
Ketegangan Politik Jadi Sorotan
Kasus ini terjadi di tengah hubungan yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat.
Sebelumnya, Iran juga mengalami berbagai kendala terkait visa bagi staf dan ofisial tim menjelang turnamen.
Bahkan tim nasional Iran terpaksa memindahkan pusat latihan mereka ke Meksiko karena ketidakpastian terkait akses ke Amerika Serikat.
Federasi Iran menilai situasi tersebut bertentangan dengan prinsip netralitas olahraga yang selama ini dijunjung FIFA.
FIFA Belum Beri Penjelasan
Hingga saat ini FIFA belum memberikan penjelasan resmi terkait tuduhan pencabutan alokasi tiket tersebut.
Namun badan sepak bola dunia itu sebelumnya menegaskan bahwa seluruh negara peserta harus mendapat kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam turnamen.
Baca Juga: Tragis! Wasit Somalia Omar Artan Gagal Tampil di Piala Dunia 2026 karena Ditolak AS
Karena itu, polemik ini kini menjadi salah satu isu terbesar menjelang kick-off Piala Dunia 2026.
Iran Hadapi Jadwal Berat
Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru pada laga pembuka grup mereka sebelum bertemu Belgia dan Mesir.
Ketiga pertandingan tersebut berlangsung di wilayah Amerika Serikat.
Akibat polemik tiket dan visa yang masih berlangsung, dukungan langsung dari para pendukung Iran diperkirakan jauh berkurang dibanding negara peserta lainnya.
Kekhawatiran Soal Atmosfer Stadion
Banyak pihak menilai absennya pendukung Iran dapat memengaruhi atmosfer pertandingan.
Apalagi Iran dikenal memiliki basis suporter yang sangat fanatik di berbagai turnamen internasional.
Sementara itu, laporan lain juga menyebut tingginya biaya perjalanan, persoalan visa, dan situasi geopolitik membuat minat pendukung Iran untuk datang ke Amerika Serikat memang menurun sejak beberapa bulan terakhir.
Polemik Besar Menjelang Kick-Off
Dengan hanya hitungan hari sebelum Piala Dunia dimulai, kasus ini menjadi sorotan dunia sepak bola.
Federasi Iran mendesak FIFA segera turun tangan dan memberikan kejelasan terkait hak para pendukung mereka.
Dan di tengah antusiasme menyambut turnamen terbesar dunia, polemik tiket Iran kini menjadi salah satu kontroversi paling panas menjelang Piala Dunia 2026. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni