Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gianni Infantino Minta Kritik terhadap FIFA Dihentikan: Santai Saja dan Nikmati Piala Dunia

Bihan Mokodompit • Jumat, 12 Juni 2026 | 11:27 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino Dalam Sebuah Konferensi Pers Jelang Piala Dunia 2026. (Guardian)
Presiden FIFA, Gianni Infantino Dalam Sebuah Konferensi Pers Jelang Piala Dunia 2026. (Guardian)

RADARTUBAN - Presiden FIFA Gianni Infantino meminta para penggemar sepak bola untuk berhenti terlalu fokus pada berbagai kontroversi yang mengiringi Piala Dunia 2026.

Menjelang kick-off turnamen, Infantino mengajak publik untuk "bersantai dan menikmati sepak bola" di tengah kritik yang terus mengarah kepada FIFA terkait harga tiket, kebijakan imigrasi Amerika Serikat, hingga berbagai persoalan penyelenggaraan lainnya. 

Infantino Minta Semua Fokus ke Sepak Bola

Dalam konferensi pers menjelang pembukaan Piala Dunia, Infantino menegaskan bahwa FIFA telah bekerja keras untuk menghadirkan turnamen yang inklusif dan dapat dinikmati seluruh dunia.

Baca Juga: Ranking FIFA Juni 2026 Naik, Timnas Indonesia Terus Tekan Thailand dan Vietnam

Ia meminta para penggemar tidak terus-menerus terjebak dalam perdebatan mengenai berbagai isu di luar lapangan.

Menurutnya, saat ini adalah waktunya menikmati pesta sepak bola terbesar di dunia. 

FIFA Dihujani Kritik

Piala Dunia 2026 memang tidak lepas dari berbagai kontroversi.

Mulai dari harga tiket yang dinilai terlalu mahal, persoalan visa dan imigrasi, hingga penolakan masuk terhadap wasit Somalia Omar Abdulkadir Artan oleh otoritas Amerika Serikat menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir. 

Selain itu, kelompok penggemar dan organisasi hak asasi manusia juga terus melontarkan kritik terhadap sejumlah kebijakan FIFA menjelang turnamen. 

Bela Harga Tiket Piala Dunia

Salah satu isu terbesar yang dibahas adalah harga tiket pertandingan yang dianggap terlalu tinggi.

Infantino membela kebijakan tersebut dengan alasan tingginya permintaan serta kebutuhan pendanaan untuk pengembangan sepak bola di berbagai negara.

Ia juga menilai sistem yang digunakan FIFA dapat membantu mengurangi praktik penjualan tiket ilegal di pasar gelap. 

Baca Juga: FIFA Gandeng Netflix, Game Piala Dunia 2026 Bisa Dimainkan Gratis

FIFA Tak Bisa Atur Pemerintah

Mengenai masalah visa dan imigrasi, Infantino menegaskan FIFA tidak memiliki kewenangan untuk mengatur kebijakan pemerintah negara tuan rumah.

Ia mengakui ada sejumlah kasus yang menimbulkan polemik, namun menegaskan bahwa FIFA hanya dapat berupaya mencari solusi tanpa bisa mengintervensi keputusan negara berdaulat. 

Yakin Jadi Piala Dunia Paling Inklusif

Meski mendapat banyak kritik, Infantino tetap percaya Piala Dunia 2026 akan menjadi salah satu turnamen paling inklusif dalam sejarah.

Ia mencontohkan keberhasilan memastikan Iran tetap dapat berpartisipasi meski sempat muncul kekhawatiran terkait situasi geopolitik global. 

Piala Dunia Segera Dimulai

Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan 48 negara peserta dan 104 pertandingan yang digelar di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko.

Di tengah berbagai kontroversi yang terus bermunculan, FIFA berharap perhatian publik segera beralih ke pertandingan yang akan berlangsung di lapangan. 

Dan saat kritik terhadap FIFA terus berdatangan dari berbagai arah, Gianni Infantino memilih satu pesan sederhana kepada para penggemar sepak bola dunia: santai saja, nikmati pertandingannya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Piala Dunia 2026 #FIFA #gianni infantino