Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ruben Amorim Akhirnya Buka Suara, Sebut Melatih AC Milan Sebagai Mimpi Kariernya

Tulus Widodo • Rabu, 17 Juni 2026 | 13:01 WIB
Ruben Amorim.
Ruben Amorim.

RADARTUBAN – Antusiasme besar ditunjukkan Ruben Amorim setelah resmi memulai petualangan barunya bersama klub raksasa Serie A Italia, AC Milan. 

Pelatih asal Portugal itu mengaku kesempatan menangani Rossoneri merupakan salah satu ambisi yang selalu ia bawa sepanjang karier kepelatihannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Amorim dalam kutipan yang dibagikan jurnalis transfer ternama Fabrizio Romano melalui akun X miliknya. 

Ucapan itu sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa mantan pelatih Sporting CP tersebut memahami betul besarnya ekspektasi yang menantinya di San Siro.

Baca Juga: Rangnick Menepi, Ruben Amorim Kini Jadi Kandidat Terdepan untuk Tangani AC Milan

Milan Bukan Klub Biasa bagi Amorim

Dalam pernyataannya, Amorim menegaskan bahwa AC Milan memiliki tempat istimewa dalam dunia sepak bola. 

Bukan sekadar klub dengan sejarah panjang, tetapi juga simbol prestise yang dikenal di seluruh penjuru dunia.

"Ada ambisi yang menemani Anda sepanjang karier, dan bagi saya melatih Milan selalu menjadi salah satunya," ujar Amorim.

Ia juga mengaku datang dengan rasa bangga sekaligus tanggung jawab besar karena memahami arti penting lambang dan warna kebesaran Rossoneri.

"Saya tahu betul apa yang diwakili AC Milan: sejarah, prestise, dan basis suporter yang luar biasa di seluruh dunia. Ini adalah tantangan yang saya hadapi dengan kebanggaan dan antusiasme, dengan kesadaran penuh akan arti warna-warna ini," lanjutnya.

Beban Besar, Harapan Lebih Besar

Kedatangan Amorim menjadi bagian dari upaya AC Milan membangun kembali daya saing mereka di level tertinggi. 

Setelah beberapa musim mengalami pasang surut, manajemen klub kini menaruh harapan besar pada tangan dingin pelatih berusia 41 tahun tersebut.

Reputasi Amorim terbangun berkat keberhasilannya mengangkat performa Sporting CP menjadi salah satu kekuatan dominan di Portugal. 

Filosofi permainan agresif, keberanian memberi ruang kepada pemain muda, serta kemampuan membangun identitas tim menjadi modal yang kini dibawa ke Milan.

Namun tantangan di Italia jelas berbeda. Tekanan media, ekspektasi tifosi, hingga kerasnya persaingan Serie A akan menjadi ujian nyata bagi sang pelatih.

Menanti Babak Baru di San Siro

Meski demikian, Amorim terdengar sangat siap menyambut fase baru dalam kariernya.

"Saya tidak sabar untuk memulai dan menjalani setiap hari dengan gairah yang menghidupkan Milan," tutupnya.

Pernyataan itu memperlihatkan satu hal penting: Amorim tidak datang sekadar untuk melatih. 

Mantan pelatih Manchester United itu datang dengan pemahaman terhadap sejarah, identitas, dan tuntutan besar yang melekat pada AC Milan. 

Kini, publik Rossoneri menunggu apakah ambisi yang selama ini ia impikan dapat benar-benar diwujudkan menjadi prestasi di atas lapangan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#san siro #Ruben Amorim #AC Milan #serie A