Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dari Kanjuruhan hingga GBLA, Stadion-Stadion Super League 2026/2027 Siap Jadi Magnet Baru

Tulus Widodo • Rabu, 17 Juni 2026 | 18:02 WIB
Tampilan baru Stadion Kanjuruhan
Tampilan baru Stadion Kanjuruhan

RADARTUBAN – BRI Super League 2026/2027 bukan hanya menjanjikan persaingan sengit antarklub.

Kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan juga akan menghadirkan pertarungan atmosfer dari stadion-stadion yang memiliki karakter berbeda di setiap daerah.

Berdasarkan daftar kandang 18 peserta yang beredar luas di kalangan pecinta sepak bola nasional, sejumlah stadion diprediksi menjadi pusat perhatian sejak pekan pertama kompetisi.

Bukan sekadar tempat bertanding, stadion kini menjadi identitas klub, simbol kebanggaan daerah, sekaligus senjata psikologis yang dapat mengubah jalannya pertandingan.

Baca Juga: Jelang Piala Dunia 2026, Fans Iran Terancam Tak Bisa Dukung Timnya di Stadion

Kanjuruhan, Simbol Kebangkitan Arema FC

Salah satu stadion yang paling dinanti adalah Stadion Kanjuruhan, markas Arema FC.

Setelah melalui proses renovasi besar dan berbagai pembenahan, Kanjuruhan kini menjadi simbol kebangkitan sepak bola Malang. 

Kehadiran kembali Arema di stadion tersebut diprediksi menghadirkan atmosfer emosional yang sulit ditandingi stadion lain.

Dukungan Aremania berpotensi kembali menjadikan Malang sebagai salah satu kandang paling angker di Indonesia.

 

GBLA dan Gelora Bung Tomo Tetap Jadi Standar Liga

Di Bandung, Persib tetap mengandalkan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

Dengan kapasitas besar dan basis suporter yang masif, GBLA masih menjadi salah satu stadion paling modern sekaligus paling berisik saat pertandingan berlangsung.

Sementara itu, Persebaya Surabaya akan kembali memainkan laga kandang di Stadion Gelora Bung Tomo. 

Stadion ini dikenal memiliki atmosfer intimidatif berkat kreativitas dan militansi Bonek yang mampu mengubah pertandingan biasa menjadi tontonan spektakuler.

Baca Juga: Stadion GBLA Jadi Saksi Lamaran Romantis Anak Dedi Mulyadi pada Putri Karlina di Tengah Kemenangan Persib

Persijap dan Romantisme Gelora Bumi Kartini

Di tengah dominasi stadion-stadion besar, Stadion Gelora Bumi Kartini milik Persijap Jepara menghadirkan cerita berbeda.

Kapasitasnya memang tidak sebesar GBLA atau Gelora Bung Tomo. Namun kedekatan tribun dengan lapangan menciptakan tekanan langsung bagi tim tamu.

Bertahannya Persijap di level tertinggi membuat stadion ini diprediksi menjadi salah satu venue dengan atmosfer paling emosional musim depan.

Dua Stadion untuk Persija dan Dewa United

Persija Jakarta menjadi salah satu klub dengan fleksibilitas terbesar. Macan Kemayoran dapat menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno maupun Jakarta International Stadium.

Di sisi lain, Dewa United memiliki opsi memainkan laga kandang di Banten International Stadium atau Indomilk Arena.

Keberadaan stadion-stadion modern tersebut menunjukkan peningkatan infrastruktur yang mulai terlihat dalam sepak bola nasional.

Wajah Baru Sepak Bola Indonesia

Musim 2026/2027 menjadi menarik karena tidak hanya menghadirkan klub-klub besar, tetapi juga kombinasi stadion modern, stadion bersejarah, dan kandang-kandang dengan atmosfer khas daerah.

Dari Kanjuruhan di Malang, GBLA di Bandung, Gelora Bung Tomo di Surabaya, hingga Gelora Bumi Kartini di Jepara, setiap stadion membawa cerita sendiri. 

Dan ketika kompetisi dimulai nanti, bukan hanya para pemain yang akan bertarung. Tribun-tribun stadion di seluruh Indonesia juga akan ikut bersaing menunjukkan siapa yang paling layak disebut kandang paling menakutkan di Super League 2026/2027. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#bri super league 2026/2027 #stadion kanjuruhan #stadion #gbla