RADARTUBAN – Peta persaingan kasta kedua sepak bola Indonesia musim 2026/2027 resmi terbentuk.
Pembagian grup Championship menghadirkan sejumlah duel klasik, rivalitas historis, dan pertarungan sengit menuju tiket promosi ke Super League musim 2027/2028.
Sebanyak 20 tim dibagi ke dalam dua wilayah, Barat dan Timur. Format kompetisi kali ini menjanjikan pertarungan panjang karena menggunakan sistem triple round robin, yang berarti setiap tim akan memainkan 27 pertandingan sepanjang fase wilayah.
Bagi klub-klub tradisional yang pernah merasakan atmosfer kasta tertinggi, musim ini bukan sekadar kompetisi biasa. Ini adalah pertaruhan harga diri.
Baca Juga: Arema FC Pertahankan Marcos Santos untuk Super League 2026/2027, Manajemen Bidik Konsistensi Tim
Grup Timur, Aroma Liga 1 Terasa Kental
Sorotan utama tertuju ke Grup Timur yang dihuni sejumlah nama besar seperti Persis Solo, Persipura Jayapura, PSBS Biak, Persela Lamongan, Barito Putera, hingga Deltras FC.
Di atas kertas, grup ini layak disebut sebagai "grup neraka". Persis datang dengan status mantan peserta Liga 1. Persipura membawa sejarah empat gelar juara Indonesia.
Sementara Persela dan Barito Putera juga memiliki pengalaman panjang di kasta tertinggi.
Persela Lamongan menjadi salah satu tim yang menarik perhatian publik Jawa Timur. Laskar Joko Tingkir menghadapi tantangan berat karena harus bersaing dengan sejumlah klub yang memiliki kualitas dan ambisi serupa.
Grup Barat Tak Kalah Sengit
Persaingan di Grup Barat juga dipastikan berlangsung panas. Semen Padang FC, PSIS Semarang, Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan hingga Persiku Kudus menjadi deretan klub yang berpotensi bersaing di papan atas.
Kehadiran klub-klub dengan basis suporter besar membuat setiap pertandingan berpotensi menjadi laga bertekanan tinggi.
Tiga Tiket Promosi Jadi Rebutan
Berdasarkan regulasi yang diumumkan, juara masing-masing wilayah otomatis promosi ke Liga 1 sekaligus melaju ke Grand Final Championship.
Sementara runner-up wilayah masih harus berjuang melalui playoff promosi untuk memperebutkan satu tiket tersisa menuju kasta tertinggi.
Baca Juga: Mourinho Ingin Pulangkan Nico Paz, Como Hadapi Ujian Besar Setelah Lolos Liga Champions
Sebaliknya, ancaman degradasi juga membayangi. Tim peringkat ke-10 langsung turun ke Liga Nusantara, sedangkan posisi ke-9 harus menjalani playoff degradasi.
Format ini membuat hampir setiap pertandingan memiliki nilai penting. Tidak ada ruang untuk lengah.
Musim Paling Kompetitif?
Melihat komposisi peserta, Championship 2026/2027 berpotensi menjadi salah satu musim paling kompetitif dalam sejarah kasta kedua Indonesia.
Banyak klub besar yang terdampar, banyak suporter yang haus promosi, dan hanya tiga tiket menuju Liga 1 yang tersedia.
Bagi Persela Lamongan, Persipura Jayapura, Persis Solo, maupun tim-tim lain yang pernah berjaya, musim ini bukan sekadar mengejar kemenangan.
Ini adalah perjuangan untuk kembali ke panggung utama sepak bola nasional. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni