RADARTUBAN – Di tengah bursa transfer yang selalu dipenuhi perburuan pemain mahal, Juventus justru dikabarkan melewatkan peluang yang mungkin membuat banyak klub Eropa langsung bergerak tanpa berpikir dua kali. Nama itu adalah Eduardo Camavinga.
Gelandang serbabisa milik Real Madrid tersebut disebut sempat ditawarkan kepada Juventus ketika klub berada di bawah pengelolaan Damien Comolli. Namun respons Bianconeri justru mengejutkan.
Informasi tersebut diungkap jurnalis Italia Giovanni Albanese melalui kanal YouTube miliknya.
"Camavinga ditawarkan kepada Juventus di bawah manajemen Comolli. Namun, Bianconeri memilih untuk tidak mengejar peluang tersebut dan tidak melanjutkan kontak lebih lanjut." kata Albanese.
Baca Juga: Juventus Temui Perwakilan Kolo Muani, PSG Pasang Harga Fantastis untuk Transfer Permanen
Peluang Emas yang Dilewatkan?
Bagi banyak pengamat, nama Camavinga bukanlah pemain yang biasa muncul di daftar transfer.
Gelandang tim nasional Prancis itu dikenal sebagai salah satu aset paling berharga Real Madrid berkat kemampuan bermain di berbagai posisi, mulai gelandang bertahan, box-to-box hingga bek kiri darurat.
Pada usia yang masih sangat muda, Camavinga telah mengoleksi pengalaman di level tertinggi Eropa.
Ia menjadi bagian penting skuad Los Blancos dalam berbagai perburuan gelar domestik maupun Liga Champions.
Karena itu, kabar Juventus memilih mundur tanpa membuka negosiasi lanjutan langsung memancing tanda tanya besar.
Ada Strategi yang Belum Terlihat
Di balik keputusan tersebut, Juventus kemungkinan memiliki pertimbangan yang lebih kompleks.
Faktor nilai transfer, struktur gaji, hingga prioritas pembangunan skuad bisa menjadi alasan mengapa manajemen tidak melanjutkan komunikasi.
Namun dari sudut pandang publik, keputusan ini tetap terlihat berani. Bahkan cenderung berisiko.
Sebab pemain dengan profil seperti Camavinga tidak datang ke pasar transfer setiap musim.
Baca Juga: Nottingham Forest Mengincar Khephren Thuram, Juventus Pasang Harga Rp 750 Miliar
Taruhan Besar Juventus
Juventus sedang berada dalam fase membangun ulang fondasi tim untuk kembali bersaing di Italia dan Eropa. Karena itu, setiap keputusan transfer akan selalu berada di bawah sorotan.
Jika proyek yang sedang dirancang berhasil, penolakan terhadap Camavinga mungkin akan dianggap langkah cerdas.
Namun jika performa tim kembali tersendat, cerita ini bisa berubah menjadi salah satu "bagaimana jika" terbesar dalam sejarah transfer Juventus modern.
Untuk saat ini, yang pasti hanya satu: kesempatan itu sempat datang. Dan Juventus memilih untuk membiarkannya pergi begitu saja. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni