RADARTUBAN - UEFA dikabarkan tidak akan menerapkan aturan hydration breaks yang menjadi perdebatan sepanjang Piala Dunia 2026.
Badan sepak bola Eropa tersebut memilih mempertahankan kebijakan yang sudah berlaku selama ini dibanding mengikuti pendekatan FIFA.
Keputusan itu muncul setelah banyak kritik bermunculan terhadap jeda minum wajib yang diterapkan di seluruh pertandingan Piala Dunia 2026.
Aturan tersebut dianggap mengubah ritme pertandingan dan memberi ruang tambahan bagi iklan televisi selama pertandingan berlangsung.
Baca Juga: Chelsea Mulai Dekati Andrea Cambiaso, Juventus Terdesak Jual Pemain Demi Aturan UEFA
UEFA Tolak Hydration Breaks Wajib
Menurut laporan yang beredar, UEFA tidak berencana menjadikan hydration breaks sebagai aturan wajib pada Euro 2028.
Sebaliknya, jeda minum hanya akan diberikan dalam kondisi cuaca ekstrem sesuai protokol yang sudah berlaku selama ini.
Artinya, pertandingan tidak akan otomatis dihentikan di tengah babak hanya untuk memberikan kesempatan pemain minum seperti yang terjadi di Piala Dunia 2026.
Piala Dunia 2026 Picu Perdebatan
FIFA mewajibkan jeda minum selama tiga menit di setiap babak selama Piala Dunia 2026.
Kebijakan tersebut diperkenalkan untuk melindungi pemain dari risiko cuaca panas dan kelembapan tinggi di Amerika Utara.
Namun sejumlah pemain dan pendukung menganggap aturan itu mengganggu alur pertandingan, terutama ketika diterapkan pada laga yang dimainkan dalam suhu relatif sejuk atau stadion berpendingin udara.
Van Dijk Jadi Salah Satu Pengkritik
Kapten Belanda Virgil van Dijk termasuk salah satu pemain yang mempertanyakan penerapan hydration breaks secara menyeluruh.
Menurutnya, jeda minum seharusnya diterapkan berdasarkan kondisi cuaca masing-masing pertandingan, bukan diberlakukan untuk semua laga.
Baca Juga: AC Milan Resmi Lolos dari Pengawasan UEFA, Bukti Kebangkitan Finansial Rossoneri Berhasil
Pandangan serupa juga disampaikan sejumlah pemain lain yang merasa momentum pertandingan sering berubah setelah jeda tersebut.
UEFA Tetap Gunakan Ambang Suhu Tertentu
UEFA diketahui masih mempertahankan kebijakan lama terkait cuaca panas.
Jeda minum hanya akan diberikan apabila suhu mencapai batas tertentu yang dianggap berisiko bagi kesehatan pemain.
Dengan demikian, Euro 2028 tidak akan mengikuti format Piala Dunia yang membagi pertandingan menjadi empat segmen melalui dua hydration breaks wajib.
Euro 2028 Pilih Pertahankan Format Tradisional
Keputusan UEFA diperkirakan akan disambut positif oleh sebagian besar penggemar sepak bola Eropa.
Banyak pihak menilai pertandingan sepak bola seharusnya tetap berlangsung dengan ritme alami tanpa terlalu banyak interupsi.
Kini, meski perdebatan mengenai hydration breaks masih terus berlangsung di Piala Dunia 2026, UEFA tampaknya telah menentukan sikap untuk Euro 2028 dengan tetap mempertahankan format pertandingan tradisional yang selama ini digunakan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni