Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kanada di Piala Dunia 2026: Langkah Bersejarah Berlanjut Meski Harus Tinggalkan Kandang

Bihan Mokodompit • Jumat, 26 Juni 2026 | 07:04 WIB
Aksi para penggawa Timnas Kanada di Piala Dunia 2026. ( Instagram/fifa)
Aksi para penggawa Timnas Kanada di Piala Dunia 2026. ( Instagram/fifa)

RADARTUBAN - Kanada di Piala Dunia 2026 terus menjadi sorotan setelah sukses menembus fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah sepak bola pria negara tersebut.

Meski harus menelan kekalahan 1-2 dari Swiss pada laga terakhir Grup B, perjalanan Kanada belum berakhir.

Hasil tersebut membuat Kanada gagal mempertahankan posisi puncak grup dan harus melanjutkan petualangan mereka ke Amerika Serikat.

Perjalanan berikutnya akan berlangsung di Los Angeles, jauh dari dukungan langsung para pendukung yang selama ini memenuhi stadion di Toronto dan Vancouver.

Baca Juga: Mimpi Besar Indonesia! Bidik Tuan Rumah Piala Dunia 2042 Bersama ASEAN atau Australia-Selandia Baru

Dukungan Publik yang Mengubah Wajah Sepak Bola Kanada

Atmosfer sepak bola di Kanada mengalami perubahan besar sepanjang turnamen berlangsung.

Ribuan suporter memadati jalanan Vancouver sejak pagi hari untuk memberikan dukungan kepada tim kesayangan mereka.

Fenomena tersebut menjadi bukti meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap Timnas Kanada.

Data siaran televisi juga menunjukkan tren positif selama turnamen berlangsung.

Laga sebelumnya bahkan disaksikan jutaan warga Kanada melalui berbagai platform siaran.

Keberhasilan Timnas Kanada menembus fase gugur dianggap sebagai pencapaian yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai wilayah.

Sejumlah pengamat menilai momentum ini menjadi titik penting dalam perkembangan sepak bola Kanada di masa depan.

Kekalahan dari Swiss Jadi Pelajaran Berharga

Pertandingan melawan Swiss berlangsung cukup ketat sejak menit awal.

Namun dua kesalahan yang terjadi pada babak kedua membuat Kanada harus membayar mahal.

Baca Juga: Peluang Irak dan Senegal ke babak gugur Piala Dunia 2026 Masih Terbuka Usai Dua Kekalahan

Swiss berhasil memanfaatkan peluang melalui Rubén Vargas dan Johan Manzambi.

Meski kalah, performa Timnas Kanada tetap mendapat apresiasi.

Pasalnya, mereka mampu bersaing melawan salah satu tim kuat Eropa meski tidak diperkuat beberapa pemain penting.

Alphonso Davies tidak tampil dalam pertandingan tersebut.

Ismaël Koné juga harus absen setelah mengalami cedera patah kaki.

Sementara Stephen Eustáquio belum berada dalam kondisi fisik terbaik.

Pelatih Jesse Marsch mengakui timnya tampil kurang agresif sejak awal pertandingan.

"Kami memulai pertandingan dengan terlalu pasif," kata Jesse Marsch.

"Kami melakukan sangat sedikit sprint dan kurang menunjukkan intensitas. Akibatnya, kami menjadi lebih rentan dan terbuka."

Pernyataan tersebut menjadi evaluasi penting menjelang laga fase gugur.

Ambisi Besar Kanada Masih Menyala

Meski gagal mempertahankan pertandingan kandang, peluang Kanada untuk melangkah lebih jauh masih terbuka.

Penyerang andalan Jonathan David mengaku kecewa karena timnya tidak bisa melanjutkan turnamen di Vancouver.

"Senang rasanya mendapatkan dukungan penuh dari suporter Kanada yang terus mendorong kami di setiap pertandingan," ujar Jonathan David.

"Kami kecewa dan merasakan emosi yang campur aduk. Tentu kami ingin tetap bermain di Vancouver, jadi kehilangan kesempatan itu menjadi pukulan bagi semua orang. Tapi kami akan membicarakannya dan bersiap untuk pertandingan berikutnya."

Pernyataan Jonathan David menggambarkan besarnya arti dukungan suporter bagi skuad Kanada.

Meski demikian, fokus kini beralih ke pertandingan fase gugur yang akan menentukan nasib mereka.

Pelatih Jesse Marsch juga tetap optimistis dengan peluang timnya.

"Kami sangat ingin terus bermain di sini dan menjaga momentum yang telah dibangun tim maupun turnamen ini di negara kami. Karena itu saya sangat kecewa," ujar Jesse Marsch.

"Namun kami masih memiliki peluang besar untuk melangkah lebih jauh, memenangkan pertandingan berikutnya, dan tetap membuat bangsa ini bersemangat, meski harus melakukannya dari Los Angeles."

Momen Penting dalam Sejarah Sepak Bola Kanada

Perjalanan Kanada di Piala Dunia 2026 sudah mencatatkan sejarah baru bagi negara tersebut.

Untuk pertama kalinya, mereka berhasil mencapai fase gugur di ajang Piala Dunia pria.

Pencapaian tersebut menjadi bukti perkembangan pesat yang dialami Timnas Kanada dalam beberapa tahun terakhir.

Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa Kanada mampu bersaing dengan negara-negara besar di dunia sepak bola.
Kini tantangan berikutnya menanti.

Jika mampu melewati fase gugur, maka cerita Kanada di Piala Dunia 2026 akan semakin istimewa.

Apapun hasilnya nanti, perjalanan Kanada di Piala Dunia 2026 telah membangkitkan semangat baru sepak bola di negara tersebut dan membuka harapan besar untuk masa depan.

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#grub b #Piala Dunia 2026 #swiss #kanada