Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Haiti Justru Menang di Hati Dunia

Bihan Mokodompit • Jumat, 26 Juni 2026 | 10:02 WIB
Sorak-sorai pendukung Timnas Haiti usai gol pertama lawan Maroko. (FIFA/Ezra Shaw)
Sorak-sorai pendukung Timnas Haiti usai gol pertama lawan Maroko. (FIFA/Ezra Shaw)

RADARTUBAN - Haiti memang pulang lebih cepat dari Piala Dunia 2026. Namun di balik tiga kekalahan yang mereka alami, tim berjuluk Les Grenadiers justru meninggalkan kesan mendalam bagi para pecinta sepak bola dunia.

Dalam laga terakhir Grup C, Haiti kalah 2-4 dari Maroko setelah dua kali sempat unggul. Meski gagal meraih satu poin pun sepanjang turnamen, semangat juang mereka mendapat banyak pujian. 

Kembali Setelah 52 Tahun

Piala Dunia 2026 menjadi penampilan pertama Haiti di putaran final sejak 1974.

Banyak yang menganggap mereka hanya "penumpang" karena lolos setelah format Piala Dunia diperluas menjadi 48 tim. Namun Haiti membuktikan bahwa mereka layak berada di panggung terbesar sepak bola dunia. 

Baca Juga: FIFA Larang Jersey Haiti, Simbol Revolusi Kemerdekaan Dianggap Bermuatan Politik

Laga Terbaik Meski Berakhir Kalah

Saat menghadapi Maroko, Haiti tampil tanpa beban dan memberikan perlawanan luar biasa.

Mereka bahkan dua kali memimpin pertandingan sebelum akhirnya kalah 2-4. Dua gol tersebut juga menjadi catatan bersejarah karena merupakan jumlah gol terbanyak yang pernah dicetak Haiti dalam satu pertandingan Piala Dunia. 

Lebih dari Sekadar Sepak Bola

Bagi rakyat Haiti yang masih menghadapi krisis keamanan, kemiskinan, dan gejolak politik, kehadiran tim nasional di Piala Dunia menjadi simbol harapan.

Sebagian besar pemain berasal dari diaspora Haiti yang tumbuh di luar negeri, tetapi tetap memilih membela negara asal keluarganya. Dukungan dari komunitas Haiti di Amerika Serikat juga menjadi penyemangat sepanjang turnamen. 

Sebuah spanduk bertuliskan "We Will Be Back" terbentang di tribun Stadion Atlanta saat laga melawan Maroko.

Pelatih Sebastien Migne menegaskan bahwa timnya telah membuktikan Haiti pantas berada di Piala Dunia dan bertekad kembali tampil pada edisi 2030. 

Baca Juga: Langkah Haiti Menuju Piala Dunia 2026: Kejutan Besar dari Sebuah Negara Kepulauan

Kalah di Lapangan, Menang di Hati

Meski mengakhiri turnamen tanpa poin, Haiti meninggalkan cerita yang jauh lebih besar daripada hasil pertandingan.

Semangat pantang menyerah, dukungan luar biasa dari para suporter, serta kebanggaan mewakili bangsa yang tengah berjuang membuat Haiti menjadi salah satu kisah paling menginspirasi di Piala Dunia 2026. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Les Grenadiers #Piala Dunia 2026 #haiti