RADARTUBAN – Liga Askab PSSI Tuban 2026 tak hanya melahirkan juara baru. Kompetisi yang berlangsung sejak 2 Mei dan diikuti 20 klub asal Kabupaten Tuban itu juga menjadi panggung kemunculan sejumlah talenta muda potensial yang diproyeksikan menjadi kekuatan baru sepak bola Bumi Wali.
Rangkaian kompetisi musim ini resmi berakhir setelah partai final mempertemukan PSW Junior Winong kontra PSDM Margosuko di Tuban Sport Center, Sabtu sore (27/6).
Laga penutup tersebut sekaligus menandai era baru kompetisi sepak bola tingkat kabupaten dengan format yang berbeda dibanding musim-musim sebelumnya.
Baca Juga: PSSI Cetak Generasi Pelatih Elite Asia, 17 Peserta Jalani AFC Pro License
Untuk pertama kalinya, Askab PSSI Tuban menghapus sistem tiga kelas kompetisi dan melebur seluruh peserta dalam satu kasta.
Perubahan itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas persaingan antarklub sekaligus mempersempit jarak kemampuan antar tim peserta.
Ketua Askab PSSI Tuban Budi Sulistyono mengatakan, perubahan format kompetisi merupakan hasil evaluasi dari penyelenggaraan liga pada tahun-tahun sebelumnya. Masukan dari berbagai insan olahraga di Tuban juga menjadi pertimbangan dalam melakukan pembenahan.
Menurut dia, hasil kurang maksimal sepak bola Tuban dalam sejumlah ajang regional, seperti Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) dan Pekan Olahraga Pelajar Daerah Jawa Timur (Popda Jatim), menjadi salah satu pemicu perlunya peningkatan kualitas kompetisi lokal.
‘’Peningkatan level kompetisi harus dilakukan jika ingin sepak bola Tuban mampu bersaing di level provinsi maupun nasional. Karena itu, musim ini kami mencoba menghadirkan format baru,” ujar Budi seusai pertandingan final, Sabtu (27/6).
Dia menilai, format kompetisi baru membuat persaingan berjalan lebih ketat dan kualitas pertandingan mengalami peningkatan. Selain itu, banyak pemain muda yang mendapat kesempatan tampil dan menunjukkan kemampuan selama liga berlangsung.
“Persaingan lebih sehat dan kualitas pertandingan meningkat. Yang paling penting, banyak pemain muda debutan menunjukkan potensi luar biasa selama kompetisi berlangsung,” katanya.
Budi menambahkan, kompetisi berjenjang usia muda menjadi instrumen penting dalam membangun regenerasi pemain sepak bola daerah. Talenta-talenta yang muncul selama liga akan dipantau untuk mendapatkan pembinaan lanjutan.
“Ada beberapa nama yang mencuri perhatian. Nantinya tetap akan kami proyeksikan untuk pembinaan berkelanjutan agar bisa memperkuat Tuban dalam kompetisi dengan skala yang lebih besar,” ujarnya.
Baca Juga: PSSI Umumkan Klub Lolos Lisensi AFC 2025/2026, Persib hingga Persebaya Masuk Daftar Resmi
Sementara itu, pada laga puncak Liga Askab PSSI Tuban 2026, PSW Junior Winong keluar sebagai kampiun setelah menundukkan PSDM Margosuko dengan skor 2-1.
Gelar tersebut menjadi trofi perdana bagi tim asal Kecamatan Kerek itu sejak kompetisi menggunakan format satu kasta.
Selain menghadirkan juara baru, Liga Askab PSSI Tuban 2026 juga menjadi penanda munculnya generasi baru pemain sepak bola daerah yang diharapkan mampu membawa prestasi Tuban ke level lebih tinggi. (an/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama