RADARTUBAN - Juventus kembali menghadapi persoalan di luar lapangan. Raksasa Serie A itu resmi dijatuhi sanksi oleh UEFA setelah dinilai melanggar aturan Financial Fair Play (FFP).
Hukuman tersebut memaksa Bianconeri menandatangani perjanjian penyelesaian (Settlement Agreement) selama tiga tahun dengan badan sepak bola Eropa tersebut.
Kabar itu diungkap jurnalis transfer Italia, Nico Schira, melalui akun X miliknya.
"Juventus telah dihukum UEFA karena melanggar aturan Financial Fair Play. Juventus menandatangani Settlement Agreement berdurasi tiga tahun dengan UEFA." tulis Schira dalam unggahannya.
"Mereka bisa membayar denda hingga 20 juta euro, terdiri atas 6 juta euro yang bersifat tetap dan 14 juta euro tambahan jika klub gagal memenuhi target keuangan UEFA dalam 36 bulan ke depan." lanjutnya.
Sanksi tersebut menjadi peringatan keras bagi Juventus yang dalam beberapa musim terakhir terus berupaya memulihkan kondisi keuangannya setelah diterpa berbagai persoalan administratif dan finansial.
Denda Bisa Bertambah jika Target Gagal Dipenuhi
Dalam skema yang ditetapkan UEFA, Juventus dipastikan harus membayar denda tetap sebesar 6 juta euro. Namun, ancaman yang lebih besar masih membayangi.
Apabila klub asal Turin itu tidak mampu memenuhi target keuangan yang telah ditentukan UEFA selama tiga tahun ke depan, mereka diwajibkan membayar tambahan denda hingga 14 juta euro.
Dengan demikian, total sanksi finansial yang berpotensi ditanggung Juventus mencapai 20 juta euro.
Mekanisme ini menunjukkan bahwa UEFA tidak hanya memberikan hukuman, tetapi juga mengawasi secara ketat proses pemulihan finansial klub.
Tantangan Besar di Tengah Ambisi Kembali Berjaya
Sanksi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Juventus yang sedang berusaha membangun kembali kekuatan skuad sekaligus bersaing di kompetisi domestik maupun Eropa.
Di satu sisi, klub tetap dituntut aktif di bursa transfer untuk meningkatkan kualitas tim.
Namun di sisi lain, setiap keputusan finansial kini harus dihitung dengan jauh lebih cermat agar tidak kembali melanggar regulasi UEFA.
Ujian Nyata Manajemen Juventus
Settlement Agreement selama tiga tahun menjadi ujian nyata bagi manajemen Juventus.
Keberhasilan memenuhi target keuangan bukan hanya akan menyelamatkan klub dari denda tambahan, tetapi juga menjadi bukti bahwa proses restrukturisasi finansial benar-benar berjalan sesuai arah yang diharapkan.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Juventus terkait rincian langkah yang akan ditempuh untuk memenuhi seluruh target finansial yang ditetapkan UEFA. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni