RADARTUBAN - Keberhasilan Neymar Sindir Joachim Klement menjadi sorotan usai Timnas Brasil memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia setelah menundukkan Jepang dengan skor dramatis.
Sindiran tersebut muncul melalui unggahan Neymar di media sosial X sesaat setelah laga berakhir.
Meski tidak dimainkan dalam pertandingan tersebut, Neymar tetap memberikan respons terhadap prediksi matematikawan asal Jerman, Joachim Klement, yang sebelumnya memperkirakan Brasil akan tersingkir oleh Jepang.
Brasil Bangkit dan Pastikan Tiket ke Babak 16 Besar
Timnas Brasil sempat berada dalam tekanan saat menghadapi Jepang di Houston.
Jepang berhasil membuka keunggulan lebih dulu melalui gol Kaishu Sano pada babak pertama.
Baca Juga: Tolak FC Cincinnati, Neymar Pilih Fokus ke Piala Dunia 2026 dan Santos
Selecao kemudian bangkit setelah Casemiro mencetak gol penyeimbang lewat sundulan kepala.
Gol tersebut menjadi momentum kebangkitan Brasil setelah tampil kurang maksimal pada 45 menit pertama.
Kemenangan akhirnya dipastikan melalui aksi Gabriel Martinelli yang masuk sebagai pemain pengganti.
Martinelli sukses mencetak gol kemenangan di penghujung pertandingan.
Hasil itu membawa Brasil melaju ke babak 16 besar Piala Dunia.
Pada fase berikutnya, Brasil dijadwalkan menghadapi pemenang laga Pantai Gading melawan Norwegia.
Neymar Sindir Joachim Klement Lewat Media Sosial
Usai pertandingan, perhatian publik tidak hanya tertuju pada kemenangan Brasil.
Baca Juga: Neymar Kembali ke Timnas Brasil, Tampil Gemilang dan Menangis Haru Usai Lawan Skotlandia
Unggahan Neymar di media sosial X juga menjadi perbincangan.
Mantan pemain Barcelona dan Paris Saint-Germain itu menyindir Joachim Klement, yang sebelumnya memprediksi Jepang akan mengalahkan Brasil.
"Tuan Joachim Klement... silakan coba lagi di Piala Dunia berikutnya," ujar Neymar seperti dikutip Sportbible.
Unggahan tersebut langsung viral dan telah ditonton jutaan kali.
Sindiran itu dianggap sebagai respons atas prediksi Joachim Klement yang tidak terbukti di lapangan.
Meski demikian, Neymar sendiri belum banyak mendapatkan kesempatan bermain pada Piala Dunia edisi kali ini.
Metode Prediksi Joachim Klement
Nama Joachim Klement dikenal luas karena menggunakan pendekatan matematika dalam memprediksi hasil Piala Dunia.
Model yang digunakannya tidak hanya melihat kekuatan tim di atas lapangan. Ia juga memasukkan sejumlah indikator lain.
Beberapa faktor yang digunakan meliputi Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita setiap negara. Kemudian jumlah populasi.
Selanjutnya tingkat popularitas sepak bola di masing-masing negara.
Selain itu, peringkat dunia terbaru juga menjadi salah satu variabel penting dalam model yang disusunnya.
Baca Juga: Neymar Cedera Betis, Carlo Ancelotti Tetap Optimistis Bintang Brasil Bisa Tampil di Piala Dunia
Sebelum turnamen dimulai, Joachim Klement memang berhasil memprediksi bahwa Brasil akan keluar sebagai juara Grup C.
Namun, ia juga memperkirakan Jepang mampu menghentikan langkah Brasil pada fase gugur. Prediksi tersebut akhirnya gagal terwujud.
Rekam Jejak Prediksi yang Pernah Tepat
Meski prediksi terbarunya meleset, Joachim Klement memiliki catatan yang cukup baik pada edisi-edisi sebelumnya.
Ia berhasil menebak Jerman sebagai juara Piala Dunia 2014.
Empat tahun kemudian, ia kembali tepat saat memprediksi Prancis menjadi juara di Rusia.
Pada Piala Dunia 2022, Joachim Klement juga berhasil memperkirakan Argentina akan mengangkat trofi bersama Lionel Messi.
Untuk turnamen kali ini, ia memprediksi Belanda akan menjadi juara dunia untuk pertama kalinya.
Menurut proyeksinya, Belanda akan mengalahkan Spanyol di semifinal.
Setelah itu, Belanda diprediksi mengalahkan Portugal pada partai final.
Namun, skenario tersebut kini sudah dipastikan tidak mungkin terjadi.
Penyebabnya, Spanyol dan Portugal berpotensi bertemu lebih cepat pada babak 16 besar apabila masing-masing mampu melewati lawannya.
Joachim Klement Akui Prediksi Tidak Bisa Dijadikan Patokan
Dalam wawancara dengan Der Spiegel yang dikutip ESPN, Joachim Klement mengakui bahwa prediksi yang dibuatnya tidak bisa dijadikan acuan mutlak.
"Ini sepenuhnya tidak rasional. Sama seperti bermain lotre. Saya selalu mengatakan bahwa jika ada orang yang memasang taruhan hanya berdasarkan prediksi saya tentang siapa yang akan menjadi juara dunia berikutnya, berarti mereka benar-benar nekat," dilansir dari Sportbible.
"Ini seperti melempar koin. Anda bisa saja memprediksi sisi kepala akan muncul empat kali berturut-turut, dan itu memang bisa terjadi. Namun, itu tidak berarti hasil yang sama pasti akan terulang pada kesempatan berikutnya," lanjutnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Joachim Klement sendiri memahami keterbatasan model statistik yang digunakannya.
Ancelotti Jelaskan Alasan Neymar Tidak Dimainkan
Di sisi lain, pelatih Brasil, Carlo Ancelotti, menjelaskan alasan tidak memainkan Neymar saat menghadapi Jepang.
Menurutnya, tim sudah berada dalam kendali sehingga tidak perlu mengubah komposisi pemain.
"Saya tidak ingin mengubah struktur permainan karena tim sudah mengendalikan jalannya pertandingan," ungkap Ancelotti.
Hingga pertandingan tersebut berakhir, Neymar baru mengoleksi 14 menit bermain di Piala Dunia edisi kali ini.
Meski minim kesempatan tampil, Neymar Sindir Joachim Klement tetap menjadi salah satu momen yang paling banyak dibicarakan setelah kemenangan Brasil, sekaligus menambah warna dalam perjalanan Selecao di Piala Dunia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni