Kiper berusia 40 tahun itu menyamai rekor sebagai penjaga gawang yang kebobolan dalam 10 pertandingan Piala Dunia secara beruntun.
Catatan tersebut lahir setelah Timnas Jerman tersingkir secara mengejutkan dari Piala Dunia 2026 usai kalah dari Paraguay melalui adu penalti pada babak 32 besar.
Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri perjalanan Manuel Neuer yang kembali membela Timnas Jerman setelah sebelumnya memutuskan pensiun dari level internasional usai Euro 2024.
Keputusan pelatih Julien Nagelsmann memanggil kembali Manuel Neuer sempat menuai pro dan kontra di Jerman.
Banyak pihak menilai usia sang penjaga gawang sudah tidak lagi ideal untuk tampil di turnamen sebesar Piala Dunia 2026.
Namun, Nagelsmann tetap memberikan kepercayaan penuh kepada Manuel Neuer sebagai kiper utama.
Keputusan itu membuat Oliver Baumann harus kembali menjadi pelapis.
Sementara Alexander Nübel mengisi posisi penjaga gawang ketiga dalam skuad Timnas Jerman.
Timnas Jerman Kembali Bermasalah di Lini Pertahanan
Kegagalan Timnas Jerman tidak hanya disebabkan oleh kekalahan dalam adu penalti.
Masalah utama justru terlihat dari lemahnya lini pertahanan sepanjang turnamen.
Timnas Jerman gagal mencatatkan satu pun clean sheet selama tampil di Piala Dunia 2026.
Situasi tersebut memperpanjang tren buruk yang sudah terjadi sejak beberapa edisi Piala Dunia sebelumnya.
Pada laga melawan Paraguay, Julio Enciso membuka keunggulan lewat sundulan keras pada menit ke-42.
Baca Juga: Komdigi Temukan 126 Ribu Konten Judi Online Berkedok Siaran Piala Dunia 2026
Gol itu menjadi kebobolan kesepuluh secara beruntun yang dialami Manuel Neuer di ajang Piala Dunia.
Catatan tersebut membuat Rekor Manuel Neuer di Piala Dunia 2026 masuk dalam daftar statistik yang kurang membanggakan.
Sejak membawa Timnas Jerman menjadi juara dunia pada 2014, Manuel Neuer selalu gagal menjaga gawangnya tetap bersih di setiap pertandingan Piala Dunia.
Pada edisi 2018, gawang Timnas Jerman dibobol Meksiko, Swedia, dan Korea Selatan.
Akibat hasil tersebut, Timnas Jerman gagal lolos dari fase grup. Empat tahun kemudian, situasi serupa kembali terulang.
Jepang, Spanyol, dan Kosta Rika sama-sama mampu mencetak gol ke gawang Manuel Neuer.
Timnas Jerman kembali harus angkat koper lebih cepat dari babak penyisihan grup.
Di Piala Dunia 2026, Timnas Jerman memang berhasil melewati fase grup.
Namun, mereka tetap kebobolan saat menghadapi Curaçao, Pantai Gading, Ekuador, hingga Paraguay.
Manuel Neuer Samai Rekor Antonio Carbajal
Dengan kebobolan dalam 10 pertandingan Piala Dunia secara beruntun, Manuel Neuer kini sejajar dengan legenda Meksiko, Antonio Carbajal.
Carbajal mencatatkan rekor tersebut dalam rentang lima edisi Piala Dunia mulai 1950 hingga 1962.
Sementara itu, posisi berikutnya ditempati Thomas Ravelli dari Swedia dengan sembilan pertandingan beruntun kebobolan.
Di bawah Ravelli terdapat legenda Meksiko lainnya, Jorge Campos, yang kebobolan dalam delapan laga Piala Dunia berturut-turut.
Menariknya, hingga saat ini belum ada penjaga gawang pada abad ke-21 yang mengalami lebih dari tujuh pertandingan Piala Dunia beruntun tanpa mencatatkan clean sheet.
Hal tersebut menunjukkan betapa langkanya statistik yang kini melekat pada Manuel Neuer.
Rekor Manuel Neuer di Piala Dunia 2026 pun menjadi penutup yang pahit bagi salah satu penjaga gawang terbaik dalam sejarah sepak bola modern.
Tantangan Besar Timnas Jerman Menuju Piala Dunia Berikutnya
Selain menjadi akhir perjalanan Manuel Neuer bersama Timnas Jerman, hasil di Piala Dunia 2026 juga menjadi evaluasi besar bagi skuad asuhan Julien Nagelsmann.
Lini belakang masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki.
Di sisi lain, Timnas Jerman tetap memiliki modal menjanjikan di sektor serang.
Pemain muda seperti Jamal Musiala, Florian Wirtz, dan Lennart Karl diperkirakan akan memasuki usia emas pada Piala Dunia berikutnya.
Apabila mampu membangun pertahanan yang lebih solid, peluang Timnas Jerman untuk kembali bersaing memperebutkan gelar juara dunia akan semakin terbuka.
Sementara itu, Rekor Manuel Neuer di Piala Dunia 2026 akan tetap tercatat dalam sejarah sebagai salah satu statistik yang paling tidak diharapkan oleh seorang penjaga gawang.
Meski demikian, pencapaian tersebut tidak menghapus warisan besar Manuel Neuer sebagai salah satu kiper terbaik yang pernah dimiliki Timnas Jerman dan sepak bola dunia. (*)