RADARTUBAN - Real Madrid kembali membuat banyak klub Eropa hanya bisa geleng kepala.
Saat sebagian tim sibuk menguras anggaran demi mendatangkan pemain baru, Los Blancos justru meraup keuntungan fantastis dari para pemain yang musim lalu bahkan tidak masuk dalam rencana skuad utama.
Nilainya tidak main-main. Berdasarkan laporan MARCA, Real Madrid telah mengantongi 122,5 juta euro atau sekitar Rp 2,3 triliun hanya dari penjualan lima pemain muda.
Sebuah angka yang kembali menegaskan bahwa kekuatan Madrid bukan hanya di lapangan, tetapi juga di balik meja negosiasi.
Baca Juga: Real Madrid Siapkan Tawaran Fantastis Rp 4,2 Triliun Demi Boyong Michael Olise dari Bayern Munich
Pemain Pelapis, Nilai Transfer Selangit
Pemasukan terbesar datang dari transfer Nico Paz ke Como dengan nilai 60 juta euro.
Gelandang muda tersebut menjadi aset paling mahal yang berhasil dilepas Madrid pada daftar ini.
Selanjutnya, Víctor Muñoz resmi bergabung dengan Liverpool dengan nilai transfer 20 juta euro. Bek Mario Gila menyusul hijrah ke AC Milan senilai 15 juta euro.
Dua nama lainnya adalah Álvaro Rodríguez dan Álex Jiménez, yang sama-sama melanjutkan karier di Bournemouth.
Álvaro ditebus 15 juta euro, sedangkan Jiménez menghasilkan pemasukan 12,5 juta euro.
Total keseluruhan mencapai 122,5 juta euro, seluruhnya berasal dari pemain yang tidak menjadi bagian skuad utama musim lalu.
Florentino Pérez Kembali Menang di Bursa Transfer
Keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan. Di bawah kepemimpinan Florentino Pérez, Real Madrid telah lama membangun sistem yang menjadikan akademi sebagai mesin pencetak talenta sekaligus sumber pemasukan bernilai tinggi.
Madrid tidak memaksakan semua pemain muda bertahan di Santiago Bernabéu. Ketika peluang bermain terbatas, klub memilih melepas mereka dengan harga terbaik, bahkan tetap menyisipkan klausul tertentu agar memiliki kendali jika sang pemain berkembang pesat di masa depan.
Baca Juga: Real Madrid Tunda Kepulangan Nico Paz, Aturan FIFA Jadi Alasan Utama
Bukan Sekadar Menjual, Tapi Berinvestasi
Di tengah ketatnya aturan keuangan sepak bola Eropa, strategi Real Madrid layak menjadi contoh.
Klub mampu menjaga neraca tetap sehat tanpa harus mengorbankan pemain-pemain inti.
Laporan MARCA menjadi bukti bahwa setiap lulusan akademi Madrid memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Filosofi itu membuat Los Blancos terus berada di posisi terdepan, bukan hanya dalam perebutan trofi, tetapi juga sebagai klub yang paling cerdas memaksimalkan setiap aset yang dimiliki. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama