RADARTUBAN - Mohamed Salah kembali membuktikan statusnya sebagai ikon Timnas Mesir setelah membawa negaranya mencetak sejarah pada Piala Dunia 2026 usai menyingkirkan Australia melalui drama adu penalti di babak 32 besar.
Kemenangan tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam perjalanan sepak bola Mesir di ajang Piala Dunia.
Meski pertandingan sempat diwarnai jeda hidrasi yang menuai sorakan dari penonton di AT&T Stadium, perhatian publik justru tertuju kepada sosok Mohamed Salah.
Setiap kali pertandingan dihentikan sementara, ribuan pendukung Mesir yang berada di belakang bangku cadangan berdiri memberikan tepuk tangan sambil mengabadikan momen ketika sang kapten menghampiri mereka.
Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : AC Milan dan Roma Berebut Mohamed Salah, Liga Italia Kembali Bergairah
Atmosfer itu menunjukkan besarnya pengaruh Mohamed Salah, bukan hanya bagi penggemar Timnas Mesir, tetapi juga bagi pencinta sepak bola dunia.
Mohamed Salah Jadi Magnet di AT&T Stadium
Puluhan ribu penonton memenuhi stadion untuk menyaksikan duel antara Timnas Mesir melawan Australia.
Di antara lautan jersey berbagai negara, atribut Liverpool dengan nama Mohamed Salah justru mendominasi tribun.
Banyak suporter membawa spanduk berisi ucapan terima kasih dan dukungan kepada pemain berusia 34 tahun tersebut.
Suasana pertandingan bahkan lebih terasa sebagai bentuk penghormatan kepada Mohamed Salah dibanding sekadar laga fase gugur Piala Dunia 2026.
Hal itu memperlihatkan betapa besarnya pengaruh sang penyerang sepanjang kariernya bersama klub maupun Timnas Mesir.
Bermain dalam Kondisi Cedera, Tetap Jadi Pembeda
Mohamed Salah tampil sejak menit awal meski sebelumnya sempat diragukan akibat cedera hamstring kiri yang kembali kambuh saat menghadapi Iran.
Kondisi fisiknya menjadi perhatian karena cedera tersebut juga sempat mengganggu performanya bersama Liverpool pada musim terakhir.
Namun, Mohamed Salah memilih tetap tampil demi membantu Timnas Mesir. Keputusan itu terbukti tepat.
Sepanjang pertandingan, Mohamed Salah menjadi pemain yang paling aktif membangun serangan.
Ia menciptakan lima peluang berbahaya untuk rekan-rekannya. Ia juga mencatat delapan sentuhan di dalam kotak penalti lawan dari total 58 sentuhan sepanjang pertandingan.
Bek-bek Australia bahkan hampir selalu memberikan penjagaan berlapis kepada Mohamed Salah.
Ketika laga harus ditentukan melalui adu penalti, Mohamed Salah menjalankan tugasnya dengan tenang.
Ia sukses mengecoh kiper pengganti Australia, Mathew Ryan, melalui tendangan ke tengah gawang.
Eksekusi tersebut menjadi salah satu penentu kemenangan Timnas Mesir.
Salah Sebut Hari Bersejarah bagi Timnas Mesir
Usai pertandingan, Mohamed Salah mengaku kemenangan tersebut menjadi salah satu momen terbaik dalam hidupnya.
"Saya tidak tahu apakah ini akan menjadi tarian terakhir atau bukan bagi beberapa pemain hebat, tetapi hari ini luar biasa. Tidak ada yang membuat saya lebih bangga selain melihat para pemain menikmati momen ini. Tidak ada yang bisa mengalahkan perasaan itu. Hari ini adalah salah satu hari terbaik dalam hidup saya. Kami menciptakan sejarah bersama tim ini," kata dia.
Pernyataan itu terasa istimewa mengingat Mohamed Salah telah meraih berbagai gelar bergengsi di level klub.
Meski demikian, membawa Timnas Mesir mencetak sejarah di Piala Dunia 2026 disebutnya memiliki arti yang jauh lebih besar.
Pelatih Australia Akui Kehebatan Mohamed Salah
Pelatih Australia, Tony Popovic, tidak menutupi kekagumannya terhadap performa Mohamed Salah.
Menurutnya, sang kapten mampu bermain selama 120 menit meski belum sepenuhnya pulih dari cedera.
"Dia luar biasa. Bermain sepanjang pertandingan dalam kondisi masih dibayangi cedera. Ya, dia benar-benar mampu mengangkat tim ini."
Pujian tersebut semakin menegaskan betapa pentingnya peran Mohamed Salah bagi Timnas Mesir.
Kontribusinya tidak hanya terlihat dari kualitas individu, tetapi juga dari kepemimpinannya di lapangan.
Timnas Mesir Lolos Berkat Mental Kuat
Pelatih Timnas Mesir, Hassan Hossam, menilai kemenangan atas Australia menjadi pencapaian besar bagi negaranya. Dia menyebut tekanan yang dihadapi seluruh pemain sangat besar sepanjang pertandingan.
"Tekanannya sangat besar. Pertandingan ini sangat sulit, tetapi kami ingin membuat rakyat kami bahagia. Ini adalah pencapaian besar bagi bangsa."
Kemenangan tersebut memastikan Timnas Mesir melanjutkan perjalanan di Piala Dunia 2026.
Hasil itu sekaligus menjadi tonggak sejarah baru bagi sepak bola Mesir di turnamen paling bergengsi dunia.
Dengan pengalaman, kualitas, serta kepemimpinan Mohamed Salah, Timnas Mesir kini memiliki modal besar untuk melangkah lebih jauh.
Meski masa depan Mohamed Salah di level klub masih menjadi tanda tanya, kiprahnya bersama Timnas Mesir pada Piala Dunia 2026 kembali membuktikan bahwa dirinya tetap menjadi sosok sentral yang mampu membawa perubahan di atas lapangan. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama