RADARTUBAN- Raksasa Premier League, Arsenal, tampaknya benar-benar serius untuk mendaratkan jenderal lapangan tengah Newcastle United, Bruno Guimaraes, pada bursa transfer musim panas ini.
Manajemen The Gunners dilaporkan tidak gentar meskipun langkah awal mereka sempat mendapatkan penolakan mentah-mentah dari kubu rival.
Dua Tawaran Awal Senilai Triliunan Rupiah Ditolak Newcastle
Sebelum merencanakan langkah pamungkas ini, Arsenal diketahui sudah meluncurkan dua tawaran resmi yang bernilai sangat fantastis.
Tawaran pertama mereka yang berada di angka £55 juta (sekitar Rp 1,14 triliun) langsung ditolak oleh manajemen Newcastle United.
Baca Juga: Serius Perkuat Lini Tengah, Arsenal Tetapkan Batas Harga Maksimal untuk Angkut Bruno Guimaraes
Tidak menyerah sampai di situ, tim asuhan Mikel Arteta sempat menaikkan proposal mereka menjadi £65 juta (sekitar Rp 1,35 triliun), namun nominal tersebut lagi-lagi dinilai masih jauh dari valuasi yang dipasang oleh The Magpies.
Tawaran Ketiga Rp1,87 Triliun Sebagai Langkah Pamungkas
Demi memecah kebuntuan negosiasi, tim London Utara tersebut kini tengah menyusun draf proposal baru untuk yang ketiga kalinya.
Kali ini, Arsenal siap menggebrak lantai bursa dengan menyodorkan dana segar mencapai £90 juta atau setara dengan Rp 1,87 triliun.
Angka masif ini diharapkan mampu melunakkan sikap keras Newcastle yang sejak awal bersikeras tidak ingin kehilangan pilar penting mereka di lini tengah.
Fokus Transfer Penuh Setelah Tersingkirnya Brasil
Spekulasi mengenai kepindahan Bruno Guimaraes kini diprediksi akan berjalan jauh lebih cepat. Fokus sang gelandang bertenaga kuda tersebut dipastikan tidak lagi terbagi, mengingat Timnas Brasil telah resmi gugur dan menyudahi perjuangan mereka di panggung akbar Piala Dunia 2026.
Situasi ini membuat sang pemain memiliki waktu penuh untuk mempertimbangkan masa depan kariernya di level klub.
Amunisi Tambahan demi Mempertahankan Takhta Domestik
Keberanian Arsenal menggelontorkan dana mendekati angka dua triliun rupiah ini sejalan dengan ambisi besar Mikel Arteta.
Setelah sukses memutus dahaga gelar dan keluar sebagai juara Premier League, manajemen klub sadar betul bahwa mereka membutuhkan kedalaman skuad yang luar biasa mewah guna mempertahankan takhta domestik sekaligus berbicara banyak di panggung Liga Champions musim depan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni