RADARTUBAN- Otoritas tertinggi sepak bola dunia, FIFA, secara resmi telah menolak berkas banding yang diajukan oleh Federasi Sepak Bola Prancis (FFF).
Banding tersebut dilayangkan demi membatalkan hukuman kartu kuning yang diterima oleh penyerang sayap andalan mereka, Michael Olise, dalam pertandingan sebelumnya.
Ancaman Sanksi Absen di Babak Semifinal Piala Dunia
Langkah hukum ini diambil oleh manajemen timnas Prancis karena kartu kuning tersebut menempatkan posisi sang pemain dalam situasi yang sangat kritis.
Apabila dalam pertandingan babak 8 besar melawan Maroko nanti Michael Olise kembali menerima kartu kuning, maka ia dipastikan terkena sanksi akumulasi dan tidak akan bisa memperkuat Prancis di babak semifinal.
Baca Juga: Trumpifikasi FIFA di Era Gianni Infantino Jadi Sorotan, Dinilai Berdampak Jangka Panjang
FFF menilai keputusan wasit yang memberikan kartu tersebut kurang tepat dan berharap ada pemutihan demi mengamankan pilar penting mereka.
Keputusan Mendadak FIFA 24 Jam Sebelum Laga Kontra Maroko
Ketegangan di internal skuad Prancis semakin memuncak setelah Komite Disiplin FIFA merilis keputusan resmi mereka secara mendadak.
Keputusan yang menolak mentah-mentah banding Prancis tersebut diambil dan diumumkan hanya 24 jam sebelum laga krusial babak 8 besar melawan Maroko dimulai.
Penentuan waktu yang sangat mepet ini dinilai mengganggu persiapan psikologis dan taktis tim asuhan pelatih Prancis.
Kekecewaan Publik Prancis Bandingkan Kasus Folarin Balogun
Keputusan tegas dari FIFA ini langsung memicu gelombang protes dan kekecewaan mendalam dari publik serta pencinta sepak bola Prancis.
Banyak pihak mulai mempertanyakan transparansi dan konsistensi regulasi FIFA, terutama setelah mereka membandingkannya dengan kasus penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun.
Pada turnamen yang sama, Balogun justru berhasil mendapatkan penangguhan dan pembatalan hukuman kartu merah langsung, yang membuatnya bisa tetap merumput membela negaranya.
Baca Juga: Alarm Klub Indonesia! FIFA Tambah Adhyaksa FC ke Daftar Sanksi, Transfer Pemain Terancam Tertahan
Ketegasan Regulasi FIFA Terkait Keputusan Wasit di Lapangan
Menanggapi polemik dan tudingan miring tersebut, Komite Disiplin FIFA tetap bergeming pada keputusan awal mereka.
FIFA menegaskan bahwa berdasarkan regulasi formal turnamen, keputusan yang diambil oleh wasit utama di atas lapangan hijau bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat, kecuali jika terbukti ada kesalahan identitas pemain.
Alasan taktis tersebut membuat Michael Olise dipastikan harus bermain ekstra hati-hati saat menghadapi Maroko demi menghindari kartu kuning fatal. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni