RADARTUBAN- Klub raksasa Turki, Besiktas, dilaporkan telah mengambil langkah konkret untuk mendatangkan penyerang tengah asal Belgia, Romelu Lukaku, dari Napoli pada bursa transfer musim panas ini.
Manajemen klub berjuluk Black Eagles tersebut menjadikan Lukaku sebagai target utama demi memperkuat daya gedor lini depan mereka.
Pemeriksaan Medis Positif Jadi Lampu Hijau
Sebelum melayangkan proposal resmi kepada Napoli, manajemen Besiktas sempat meminta dokumen dan laporan medis lengkap terkait kondisi fisik sang striker.
Baca Juga: Besiktas Sodorkan Gaji Fantastis untuk Dusan Vlahovic, Jawaban Sang Striker Masih Menggantung
Langkah ini diambil mengingat Lukaku sempat dibekap cedera yang cukup serius sepanjang musim kompetisi lalu di Serie A.
Setelah melalui pemeriksaan mendalam oleh komite medis klub dan mendapatkan hasil yang positif, manajemen langsung bergerak cepat membuka jalur komunikasi.
Negosiasi Alot Terkait Detail Nilai Transfer
Proses negosiasi saat ini dilaporkan sedang berjalan, namun kedua klub masih terganjal kesepakatan mengenai nilai transfer sang pemain. Napoli secara terbuka memasang banderol sebesar €10 juta (sekitar Rp173 miliar) untuk striker berusia 33 tahun tersebut.
Angka ini disesuaikan dengan nilai buku sang pemain agar klub tidak mengalami kerugian finansial di neraca keuangan mereka.
Di sisi lain, Besiktas mencoba melakukan taktik negosiasi dengan mengajukan penawaran awal di angka €5 juta (sekitar Rp86 miliar) atau setengah dari harga yang diminta.
Upaya Memangkas Beban Gaji dan Reuni Rivalitas Turki
Langkah melepas Romelu Lukaku menjadi opsi yang sangat menarik bagi Napoli di bawah arahan pelatih baru, Massimiliano Allegri, yang tengah melakukan perombakan total di lini serang.
Penjualan ini akan membebaskan beban gaji masif milik Lukaku yang mencapai €8 juta net per musim.
Menariknya, Besiktas tidak berjuang sendirian di lantai transfer, lantaran klub rival senegara mereka, Fenerbahce, dilaporkan juga memantau situasi dan siap membajak tanda tangan sang bomber. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni