RADARTUBAN - Harapan Manchester United untuk mengamankan tanda tangan gelandang Atalanta, Ederson, mendadak berada di ambang kegagalan.
Transfer yang sebelumnya disebut tinggal selangkah lagi rampung kini justru terancam batal akibat persoalan hasil tes medis.
Kabar tersebut pertama kali diungkap jurnalis transfer asal Italia, Nico Schira, melalui akun X miliknya.
Informasi itu langsung memicu perhatian besar karena Ederson selama ini disebut sebagai salah satu target utama Setan Merah pada bursa transfer musim panas.
Baca Juga: Chelsea Resmi Rampungkan Transfer Bek Italia Marco Palestra dari Atalanta
Tes Medis Jadi Batu Sandungan
Menurut Nico Schira, Manchester United mengambil langkah tegas setelah proses pemeriksaan kesehatan pemain asal Brasil itu tidak berjalan sesuai harapan.
"Ederson tidak lolos tes medis untuk Manchester United. Karena itu, MU bersiap membatalkan kesepakatan dengan Atalanta untuk merekrut sang gelandang dengan nilai transfer 45 juta euro. Pemain asal Brasil tersebut sebelumnya telah menyepakati kontrak hingga 2031 dengan gaji 5 juta euro per musim." tulis Schira.
Jika kabar ini benar-benar berujung pembatalan, maka Manchester United harus kembali berburu gelandang baru. Padahal negosiasi dengan Atalanta sebelumnya diyakini sudah mencapai tahap akhir.
Pukulan bagi Manchester United
Nilai transfer sebesar 45 juta euro menunjukkan besarnya kepercayaan United terhadap kualitas Ederson.
Gelandang berusia 27 tahun itu diproyeksikan menjadi motor baru di lini tengah untuk menghadapi musim 2026/2027.
Namun, kasus ini kembali mengingatkan bahwa tes medis merupakan tahapan krusial dalam setiap transfer.
Kesepakatan harga maupun kontrak pribadi belum menjadi jaminan seorang pemain akan resmi bergabung apabila tidak memenuhi standar kesehatan klub.
Hingga kini, baik Manchester United maupun Atalanta belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait perkembangan tersebut.
Situasi masih dapat berubah, tetapi laporan Nico Schira membuat masa depan Ederson di Old Trafford kini dipenuhi tanda tanya besar. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni