RADARTUBAN - Persebaya Surabaya kembali menunjukkan keseriusannya menatap Indonesia Super League (ISL) 2026/2027. Bajol Ijo resmi mengumumkan kedatangan gelandang bertahan asal Brasil, Gledson, sebagai rekrutan terbaru untuk memperkuat lini tengah musim ini.
Pemain berusia 31 tahun itu bukan nama asing di sepak bola Indonesia.
Musim lalu, Gledson tampil bersama PSM Makassar dan meninggalkan kesan sebagai gelandang pekerja keras yang mampu menjaga keseimbangan permainan.
Bernardo Tavares Kembali Bersatu dengan Gledson
Kedatangan Gledson juga menghadirkan reuni dengan pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares.
Keduanya pernah bekerja sama saat membela PSM, sehingga proses adaptasi diprediksi berjalan lebih cepat.
Pada musim 2025/2026, Gledson mencatat 22 penampilan bersama PSM dengan kontribusi satu gol dan satu assist.
Meski statistiknya tidak terlalu mencolok, perannya sebagai pemutus serangan lawan membuatnya kerap mendapat apresiasi sebagai salah satu gelandang bertahan paling efektif di kompetisi.
Dengan bergabungnya Gledson, Persebaya kini telah memiliki 10 pemain asing untuk menghadapi persaingan musim baru.
Manajemen: Sosok yang Sesuai Kebutuhan Tim
Dalam pengumuman resminya, manajemen Persebaya menyambut kedatangan sang pemain.
"Selamat datang Gledson. Semoga dapat memberikan kontribusi terbaik dan membawa Persebaya meraih prestasi pada musim 2026/2027," tulis Persebaya melalui kanal resmi klub.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perekrutan Gledson merupakan bagian dari upaya membangun skuad yang lebih kompetitif.
Transfer yang Sarat Perhitungan
Di balik statusnya yang tak terlalu sering menjadi sorotan, Gledson dikenal memiliki disiplin tinggi dalam menjaga lini tengah.
Karakter itulah yang tampaknya menjadi alasan utama Persebaya memboyongnya ke Surabaya.
Reuni dengan Bernardo Tavares diyakini akan mempercepat proses penyatuan taktik.
Jika mampu mengulang performanya seperti musim lalu, Gledson berpotensi menjadi kepingan penting dalam ambisi Persebaya bersaing di papan atas ISL 2026/2027 sekaligus mengakhiri penantian panjang Bonek melihat tim kesayangannya kembali berburu gelar juara. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni