Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gagal Total di Piala Dunia, Senegal Resmi Pecat Pape Thiaw dan Seluruh Staf Kepelatihan!

Bihan Mokodompit • Senin, 13 Juli 2026 | 07:38 WIB
Gagal total di Piala Dunia 2026, Pape Thiaw dipecat Senegal. (Al Jazeera)
Gagal total di Piala Dunia 2026, Pape Thiaw dipecat Senegal. (Al Jazeera)

RADARTUBAN- Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) mengambil tindakan radikal dengan resmi memecat pelatih kepala mereka, Pape Thiaw.

Tidak tanggung-tanggung, kebijakan pembersihan ini juga berlaku mutlak bagi seluruh jajaran staf kepelatihan yang mendampingi tim nasional berjuluk Les Lions de la Teranga tersebut.

Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban langsung atas rentetan performa yang dinilai sangat mengecewakan publik sepanjang gelaran turnamen.

Pembersihan Total Tanpa Pandang Bulu

Keputusan FSF untuk mendepak seluruh gerbong kepelatihan menunjukkan adanya ketidakpuasan yang sangat mendalam terhadap arah taktis tim selama turnamen berlangsung.

Baca Juga: Italia Gagal Lolos Piala Dunia 3 Kali Beruntun, Paolo Maldini Resmi Turun Tangan Jadi Direktur Teknik FIGC

Kegagalan mengeksekusi target dengan skuad bertabur bintang membuat manajemen memilih untuk menyapu bersih kursi pelatih utama, asisten, hingga tim analis guna membangun ulang fondasi tim dari nol demi memutus tren negatif.

Gelombang Pemecatan Massal Para Juru Taktik Top

Gugurnya Senegal menambah panjang daftar hitam bagi para arsitek tim di turnamen kali ini.

Kerasnya persaingan di panggung dunia terbukti sangat kejam dan tanpa ampun, di mana target yang kandas langsung dibayar mahal dengan hilangnya jabatan. 

Tekanan masif dari publik dan federasi memicu eksodus besar serta perombakan total di kursi kepelatihan berbagai negara.

Daftar Resmi Juru Taktik Dunia yang Resmi Keluar dan Dipecat

Kegagalan di fase grup maupun babak sistem gugur langsung memberikan efek instan bagi masa depan para pelatih top dunia, di antaranya:
 
Sabri Lamouchi (Tunisia): Menjadi korban tercepat yang dipecat federasi hanya berselang satu hari setelah laga pembuka Grup F akibat dihajar Swedia dengan skor telak 5-1.

Hong Myung-bo (South Korea): Resmi meletakkan jabatannya dan mundur setelah gagal membawa tim melangkah jauh melewati ketatnya persaingan fase grup.

Steve Clarke (Scotland): Menyudahi masa baktinya yang telah berjalan selama tujuh tahun dengan mengajukan surat pengunduran diri tepat setelah Skotlandia dipastikan tersingkir.
 

Baca Juga: Prabowo Resah Timnas Indonesia Belum Lolos Piala Dunia: Kita Bisa B50, Masa Tak Bisa ke Piala Dunia?

Julian Nagelsmann (Jerman): Resmi mundur atas permintaan sendiri setelah Die Mannschaft tersingkir secara tragis lewat drama adu penalti melawan Paraguay di babak sistem gugur.
 
Roberto Martinez (Portugal): Langsung meletakkan jabatannya setelah langkah Selecao das Quinas dijegal oleh Spanyol lewat gol menit akhir yang menyakitkan di babak 16 besar.
 
Javier Aguirre (Mexico): Menyelesaikan masa tugasnya setelah El Tri didepak oleh Inggris di babak 16 besar, yang kemudian langsung digantikan oleh Rafael Marquez.
 
Pape Thiaw (Senegal) : Nama terbaru yang didepak bersama seluruh gerbong asistennya akibat kolapsnya performa tim di menit-menit krusial babak gugur. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#FSF #Pape Thiaw #Les Lions de la Teranga #piala dunia #senegal