RADARTUBAN – Masa depan Daniel Maldini tampaknya segera memasuki babak baru. Putra legenda AC Milan, Paolo Maldini, itu dikabarkan tinggal selangkah lagi meninggalkan Atalanta untuk bergabung dengan Cagliari pada bursa transfer Serie A musim panas 2026.
Langkah ini diyakini menjadi jalan terbaik bagi gelandang serang berusia 24 tahun tersebut untuk mendapatkan menit bermain yang lebih konsisten setelah kesulitan menembus persaingan di skuad Atalanta.
Kesepakatan Hampir Rampung
Kabar tersebut diungkapkan jurnalis transfer Italia, Nico Schira, melalui akun resminya di platform X.
Baca Juga: Daniel Maldini Menuju Lazio: Pinjaman Murah, Opsi Mahal, dan Taruhan Besar Karier Sang Pewaris
"Daniel Maldini tinggal selangkah lagi bergabung dengan Cagliari dari Atalanta dengan status pinjaman disertai opsi pembelian. Kontraknya akan berlaku hingga 2031 (1+4)," tulis Nico Schira.
Skema transfer itu menunjukkan Cagliari tidak hanya mengincar jasa Maldini untuk semusim.
Klub asal Sardinia tersebut juga menyiapkan opsi mempermanenkan sang pemain apabila mampu tampil sesuai ekspektasi.
Kesempatan Menghidupkan Karier
Bagi Daniel Maldini, kepindahan ini menjadi momentum penting untuk membuktikan kualitasnya.
Selama beberapa musim terakhir, namanya terus dibayangi ekspektasi besar sebagai pewaris keluarga Maldini yang begitu legendaris di sepak bola Italia.
Namun, perjalanan kariernya belum sepenuhnya mulus. Persaingan ketat di klub-klub yang dibelanya membuat kesempatan tampil reguler tak selalu datang.
Di Cagliari, situasinya diperkirakan berbeda. Klub tersebut membutuhkan kreativitas di lini serang, sehingga Maldini berpeluang mendapatkan peran yang lebih sentral.
Semua Mata Tertuju pada Pengumuman Resmi
Meski kesepakatan disebut hampir selesai, proses transfer masih menunggu penyelesaian administrasi sebelum diumumkan secara resmi.
Jika tidak ada kendala pada tahap akhir negosiasi, Daniel Maldini akan segera mengenakan seragam Cagliari dan memulai tantangan baru di Serie A.
Kepindahan ini bukan sekadar perpindahan klub, tetapi juga kesempatan emas bagi sang gelandang untuk keluar dari bayang-bayang nama besar keluarganya dan membangun identitasnya sendiri di sepak bola Italia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni