RADARTUBAN – Memimpin sebuah negara selama satu atau dua periode merupakan hal yang lazim dalam sistem demokrasi modern.
Namun, di sejumlah negara, ada pemimpin yang mampu mempertahankan kekuasaan hingga puluhan tahun, bahkan mendekati setengah abad.
Fenomena ini kembali menjadi sorotan setelah dirilis daftar 10 presiden dengan masa jabatan terlama di dunia hingga Juli 2026.
Data yang dihimpun 3M Magazine berdasarkan Guinness World Records, Encyclopaedia Britannica, serta arsip resmi pemerintahan menunjukkan, Presiden Guinea Khatulistiwa Teodoro Obiang Nguema Mbasogo masih menjadi pemegang rekor.
Mbasogo telah menjabat sejak 12 Oktober 1982, atau sekitar 43 tahun 9 bulan hingga Juli 2026.
Baca Juga: Ketika Kritik Rakyat Dianggap Gangguan, Bukan Masukan, Apakah Negara Lupa Definisi Demokrasi?
Afrika Masih Mendominasi
Menariknya, daftar tersebut didominasi pemimpin dari kawasan Afrika.
Presiden Kamerun Paul Biya berada di posisi kedua dengan masa jabatan 43 tahun 8 bulan, disusul Presiden Uganda Yoweri Museveni yang telah memimpin selama 40 tahun 5 bulan.
Di posisi berikutnya terdapat Denis Sassou Nguesso (Republik Kongo) dengan masa jabatan kumulatif sekitar 38 tahun.
Kemudian, José Eduardo dos Santos (Angola) selama 38 tahun, serta Gnassingbé Eyadéma (Togo) yang memimpin hampir 38 tahun sebelum wafat.
Asia dan Eropa Juga Masuk Daftar
Benua Asia dan Eropa turut menyumbang beberapa nama. Presiden Eritrea Isaias Afwerki telah menjabat 33 tahun 2 bulan, sementara Presiden Belarus Alexander Lukashenko mencatat hampir 32 tahun memimpin negaranya.
Daftar itu juga memuat Presiden Tajikistan Emomali Rahmon dengan masa jabatan 31 tahun 8 bulan, serta Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev yang telah memimpin selama 22 tahun 8 bulan.
Kekuasaan Panjang, Dinamika Berbeda
Lama masa jabatan seorang presiden tidak selalu mencerminkan sistem politik yang sama.
Baca Juga: Wabah Ebola Meluas, AS Berlakukan Larangan Masuk bagi Warga Negara Afrika
Sebagian mempertahankan kekuasaan melalui pemilu yang terus dimenangkan, sementara lainnya kerap menjadi sorotan karena perubahan konstitusi, dominasi politik, atau kritik terhadap kualitas demokrasi di negaranya.
Daftar ini menjadi gambaran bahwa di berbagai belahan dunia, ada pemimpin yang mampu bertahan jauh melampaui masa jabatan presiden pada umumnya.
Rekor yang mendekati setengah abad tersebut hingga kini masih menjadi salah satu yang paling sulit ditandingi dalam sejarah politik modern. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni