RADARTUBAN – Timnas Indonesia memiliki "raksasa" baru di dalam skuadnya. Mitchell Baker, penyerang berusia 19 tahun yang baru menyandang status Warga Negara Indonesia (WNI), kini resmi menjadi pemain dengan postur paling tinggi di skuad Garuda.
Dengan tinggi mencapai 197 sentimeter, Baker menggeser bek andalan Elkan Baggott yang selama ini dikenal sebagai pemain tertinggi Timnas Indonesia dengan tinggi 196 sentimeter.
Modal Fisik yang Sulit Diabaikan
Baker tidak hanya menawarkan keunggulan postur. Ia juga berposisi sebagai striker, posisi yang selama beberapa tahun terakhir masih menjadi perhatian dalam proses regenerasi Timnas Indonesia.
Kehadirannya membuka harapan baru. Penyerang bertubuh hampir dua meter tentu berpotensi menjadi ancaman serius dalam duel udara, situasi bola mati, hingga skema umpan silang yang selama ini belum menjadi senjata utama Timnas Indonesia.
Baca Juga: Resmi Jadi WNI, Mitchell Baker Siap Ganas Bersama Timnas Indonesia di ASEAN Hyundai Cup 2026
Namun, tinggi badan saja tidak menjamin kesuksesan. Adaptasi terhadap sepak bola Asia, perkembangan teknik, kecepatan membaca permainan, hingga penyelesaian akhir tetap menjadi aspek yang akan menentukan masa depannya.
Daftar Pemain Tertinggi Timnas Indonesia
Saat ini, lima pemain dengan postur paling menjulang di Timnas Indonesia adalah:
- Mitchell Baker — 197 cm (19 tahun / Striker)
- Elkan Baggott — 196 cm (24 tahun / Bek Tengah)
- Emil Audero — 192 cm (29 tahun / Kiper)
- Maarten Paes — 192 cm (28 tahun / Kiper)
- Jay Idzes — 190 cm (26 tahun / Bek Tengah)
Harapan Besar, Tantangan Lebih Besar
Usia Baker yang baru 19 tahun membuat ruang perkembangannya masih sangat terbuka.
Jika mampu mengasah kualitas teknis, memperkuat mental bertanding, dan beradaptasi dengan filosofi permainan Timnas Indonesia, ia berpeluang menjadi sosok target man yang selama ini dinanti.
Untuk saat ini, publik memang belum bisa menaruh ekspektasi berlebihan. Namun satu hal sudah pasti, Timnas Indonesia kini memiliki striker tertinggi dalam sejarah skuad saat ini.
Tinggal menunggu apakah Mitchell Baker mampu mengubah keunggulan fisiknya menjadi senjata yang benar-benar mematikan di level internasional. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni