RADARTUBAN – Liverpool kembali membuat gebrakan di bursa transfer musim panas. Kali ini, The Reds dikabarkan siap menggelontorkan dana fantastis demi memboyong gelandang bertahan Jepang, Kaishu Sano, dari klub Bundesliga, Mainz.
Laporan SPORT BILD menyebutkan Liverpool tengah menyiapkan proposal senilai 60 juta euro untuk mengamankan jasa pemain berusia 25 tahun tersebut.
Nilai itu bukan hanya menunjukkan keseriusan klub Merseyside, tetapi juga berpotensi mengubah sejarah Mainz.
Liverpool Tak Main-Main
Performa konsisten Kaishu Sano di Bundesliga membuat namanya semakin diperhitungkan di Eropa.
Kemampuannya memutus serangan lawan, disiplin menjaga keseimbangan lini tengah, hingga akurasi distribusi bola dinilai sesuai dengan kebutuhan Liverpool yang ingin memperkuat sektor gelandang bertahan.
"Liverpool siap menawarkan 60 juta euro untuk gelandang Mainz, Kaishu Sano (25). Sano diperkirakan akan meninggalkan Mainz pada musim panas ini dan transfer tersebut akan menjadi penjualan terbesar dalam sejarah klub Bundesliga itu." tulis SPORT BILD dalam laporannya.
Rekor Mainz Terancam Pecah
Jika transfer itu benar-benar terealisasi, Mainz akan mencatatkan rekor penjualan pemain termahal sepanjang sejarah klub.
Nilai 60 juta euro menjadi angka yang sulit ditolak dan dapat memberikan ruang finansial besar bagi Mainz untuk membangun kembali skuad mereka.
Di sisi lain, kepindahan Sano juga menjadi bukti meningkatnya pamor pemain Jepang di kompetisi elite Eropa.
Dalam beberapa musim terakhir, pemain Negeri Sakura terus menunjukkan kualitas dan kini menjadi incaran klub-klub papan atas.
Negosiasi Masih Terus Berkembang
Hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Liverpool maupun Mainz mengenai proses negosiasi.
Namun, laporan SPORT BILD mengindikasikan bahwa peluang transfer ini cukup terbuka.
Apabila Liverpool benar-benar mengajukan tawaran senilai 60 juta euro, Kaishu Sano berpeluang menjadi salah satu transfer paling mengejutkan pada musim panas ini sekaligus mengukir sejarah baru bagi Mainz dengan rekor penjualan pemain terbesar yang pernah mereka lakukan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni