RADARTUBAN – Ambisi Persija Jakarta memperkuat lini depan jelang bergulirnya Super League 2026/2027 menemui hambatan serius.
Klub berjuluk Macan Kemayoran itu dikabarkan telah mengajukan tawaran resmi untuk memboyong striker Bosnia-Herzegovina, Smail Prevljak, dari klub Kroasia NK Istra, namun proposal tersebut ditolak.
Informasi itu diungkap akun sepak bola Eropa SVFootball_eu bersama Balkans Sports, yang menyebut Persija telah mengajukan nilai transfer sebesar 500 ribu euro atau sekitar Rp 9,5 miliar. Namun, angka tersebut belum mampu meluluhkan sikap NK Istra.
Tawaran Persija Belum Memenuhi Harapan
Laporan tersebut mengindikasikan bahwa NK Istra masih menilai sang penyerang memiliki nilai yang lebih tinggi atau belum ingin kehilangan salah satu aset pentingnya menjelang musim baru.
"Persija Jakarta telah mengirimkan tawaran senilai 500 ribu euro untuk Prevljak dari NK Istra, tetapi tawaran tersebut telah ditolak." tulis laporan tersebut.
Penolakan ini menjadi tantangan bagi Persija yang tengah aktif mencari sosok penyerang tajam untuk meningkatkan daya gedor tim pada kompetisi musim 2026/2027.
Dinamo Zagreb Ikut Memantau Situasi
Persaingan mendapatkan tanda tangan Prevljak diperkirakan semakin ketat. Klub raksasa Kroasia, Dinamo Zagreb, juga disebut mulai membuka komunikasi dengan pihak pemain.
"Dinamo melakukan pendekatan kemarin karena mereka sedang mencari solusi apabila Bakrar meninggalkan klub." lanjut laporan tersebut.
Artinya, Persija kini tidak hanya harus meningkatkan nilai tawaran, tetapi juga bersaing dengan klub yang memiliki daya tarik besar di kompetisi Eropa.
Peluang Masih Terbuka
Meski tawaran pertama ditolak, peluang Persija belum sepenuhnya tertutup. Bursa transfer masih berlangsung dan negosiasi dapat berlanjut apabila Macan Kemayoran memutuskan mengajukan proposal baru yang lebih menarik.
Di sisi lain, masuknya Dinamo Zagreb membuat posisi Persija menjadi lebih rumit.
Jika klub Kroasia itu benar-benar bergerak serius, Persija harus bekerja lebih cepat dan lebih agresif untuk meyakinkan Prevljak agar memilih melanjutkan karier di Indonesia.
Kini, publik Macan Kemayoran menanti langkah berikutnya dari manajemen. Apakah Persija akan menaikkan tawaran demi mengamankan striker incarannya, atau justru mengalihkan bidikan ke nama lain di bursa transfer musim panas? (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni