RADARTUBAN - Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah menyampaikan pandangannya mengenai pertandingan semifinal Piala Dunia 2026, termasuk mengkritik strategi Inggris dan memuji kecerdikan Lionel Messi, dalam konferensi pers yang digelar menjelang laga final di New Jersey.
Konferensi pers tersebut berlangsung di hadapan trofi Piala Dunia dengan Presiden FIFA Gianni Infantino berdiri di samping Presiden Amerika Serikat itu.
Acara yang semula diperkirakan hanya menjadi seremoni menjelang partai puncak justru berubah menjadi sesi panjang yang membahas berbagai hal mulai dari taktik sepak bola hingga rencana penyelenggaraan Piala Dunia pada masa mendatang.
Baca Juga: Demi Nonton Piala Dunia, Pasien Puskesmas di Polman Sulbar Kabur Bawa Infus
Donald Trump Kritik Strategi Thomas Tuchel
Dalam kesempatan tersebut, Donald Trump mengaku bukan pelatih sepak bola, tetapi merasa ada keputusan yang kurang tepat dari pelatih Inggris Thomas Tuchel saat menghadapi Argentina di semifinal Piala Dunia 2026.
Menurut Trump, Inggris terlalu cepat memilih bermain bertahan setelah berhasil unggul lebih dulu.
Trump juga secara khusus menyoroti peran kapten Inggris, Harry Kane.
"Inggris punya pemain hebat yang sering bermain golf bersama saya. Kalian tahu itu, kan? Harry, yang tampil luar biasa. Saya rasa mereka melakukan kesalahan ketika menjadikannya pemain bertahan."
"Mereka sudah unggul, lalu pemain terbaik mereka justru ditempatkan untuk bertahan. Padahal kita harus sedikit lebih menyerang, bukan?"
"Tapi saya tidak mau menghakimi. Lagi pula, apa yang saya tahu soal melatih? Hanya saja menurut saya itu agak tidak biasa."
Pernyataan Donald Trump tersebut langsung mengundang perhatian karena menyentuh keputusan taktis yang sebelumnya telah diperdebatkan banyak pengamat selama Piala Dunia 2026.
Thomas Tuchel Berikan Penjelasan
Pelatih Inggris Thomas Tuchel sebelumnya telah memberikan penjelasan mengenai alasan Harry Kane ikut turun membantu pertahanan.
Menurut pelatih asal Jerman tersebut, situasi pertandingan memaksa seluruh pemain bertahan lebih dalam.
"Itulah yang dilakukan ketika bertahan dalam blok pertahanan. Itulah bentuk semangat tim dan mentalitas. Jika kami terdorong bertahan sangat dalam, maka Harry juga harus ikut bertahan di dalam blok tersebut."
Penjelasan Thomas Tuchel itu menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi tim, bukan perubahan posisi permanen bagi Kane.
Baca Juga: FIFA Bisa Tambah Jeda di Final Piala Dunia 2026 Akibat Kualitas Udara Buruk di New York
Donald Trump Puji Lionel Messi
Selain mengomentari Inggris, Donald Trump juga memberikan pujian kepada Lionel Messi yang dinilai menjadi pembeda saat Argentina memastikan kemenangan di semifinal Piala Dunia 2026.
Trump mengaku memperhatikan bagaimana Messi mengubah posisinya untuk membuka ruang sebelum mengirimkan umpan penentu."Saya melihat umpan yang diberikan Messi."
"Mungkin saya tidak sepaham orang-orang di ruangan ini, tetapi saya tahu olahraga dan sedikit tahu soal sepak bola. Saya melihat Messi dijaga sangat ketat. Sangat ketat."
"Lalu tiba-tiba dia bergerak ke sisi kanan. Paham maksud saya? Saya tidak tahu apakah ada yang memperhatikan. Saya memperhatikannya. Tidak ada yang membicarakan itu. Saya melihatnya dan berkata, 'Dia dijaga begitu ketat oleh pemain hebat.'"
"Lalu dia bergerak ke kanan dan pemain yang menjaganya hanya diam. Dia punya banyak waktu. Umpannya saya rasa hanya meleset seperempat inci dari kata sempurna. Dan itulah yang mengakhiri pertandingan. Itu luar biasa. Dia juga orang yang hebat."
Pergerakan Lionel Messi ke sisi kanan memang menjadi salah satu momen penting yang membuka ruang bagi Argentina untuk mencetak gol kemenangan pada semifinal Piala Dunia 2026.
Cristiano Ronaldo dan Kontroversi Folarin Balogun Ikut Disinggung
Dalam kesempatan yang sama, Donald Trump juga memuji Cristiano Ronaldo sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dikenalnya.
Menurut Trump, Ronaldo memiliki bakat istimewa yang membuatnya mampu tampil konsisten di level tertinggi.
Trump kemudian kembali menyinggung kontroversi mengenai Folarin Balogun yang sempat menerima kartu merah selama Piala Dunia 2026.
Ia mengklaim pernah menghubungi Gianni Infantino untuk menyampaikan keberatannya terkait situasi tersebut. "Turnamen ini luar biasa."
"Persaingannya sengit. Banyak momen tak terlupakan. Salah satunya ketika pemain itu... apa namanya? Kartu merah? Dan saya sampai harus menelepon Gianni hanya untuk memberikan sebuah rekomendasi."
"Saya berkata, 'Gianni, saya ingin memberikan rekomendasi. Biarkan pemain itu tetap bermain.'"
Trump kemudian menegaskan pernyataan tersebut hanya candaan.
"Tidak, saya tidak mengatakan itu. Saya hanya bilang saya ingin menyampaikan keberatan."
Meski demikian, pernyataan Donald Trump kembali memunculkan pembahasan mengenai proses disiplin di Piala Dunia 2026, karena sebelumnya FIFA menyatakan keputusan terkait hukuman pemain sepenuhnya berada di tangan panel disiplin independen.
Donald Trump Bahas Tuan Rumah Piala Dunia Berikutnya
Menjelang penutupan konferensi pers, Donald Trump juga melontarkan candaan mengenai kemungkinan Amerika Serikat kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 edisi berikutnya tanpa melibatkan Kanada maupun Meksiko.
Trump bahkan sempat menyebut ide penyelenggaraan bersama Amerika Serikat dan China sebelum disambut ekspresi kebingungan dari Presiden FIFA Gianni Infantino.
Konferensi pers tersebut akhirnya menjadi salah satu momen yang paling banyak diperbincangkan menjelang laga final Piala Dunia 2026, karena tidak hanya membahas pertandingan, tetapi juga memunculkan berbagai komentar unik dari Donald Trump mengenai Lionel Messi, Thomas Tuchel, hingga masa depan turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni