RADARTUBAN - Lionel Scaloni membuka peluang mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih timnas Argentina setelah gagal membawa La Albiceleste mempertahankan gelar Piala Dunia 2026.
Kekalahan 0-1 dari Spanyol pada partai final di Stadion MetLife, New Jersey, menjadi pukulan besar bagi Argentina yang datang sebagai juara bertahan.
Gol semata wayang Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu memastikan langkah Argentina terhenti sekaligus mengubur impian mencetak sejarah.
Selain kehilangan trofi, Lionel Scaloni juga gagal menyamai rekor pelatih legendaris Italia, Vittorio Pozzo, sebagai pelatih yang mampu menjuarai dua Piala Dunia putra.
Baca Juga: Donald Trump Soroti Taktik Inggris dan Puji Lionel Messi Jelang Final Piala Dunia 2026
Kegagalan tersebut membuat masa depan Lionel Scaloni bersama Argentina kembali menjadi sorotan.
Argentina Kesulitan Mengembangkan Permainan
Sepanjang laga final Piala Dunia 2026, Spanyol tampil dominan sejak menit awal.
Argentina dibuat kesulitan keluar dari tekanan lawan. Tim asuhan Lionel Scaloni bahkan baru mampu mencatatkan tembakan pertama pada menit ke-117 pertandingan.
Kondisi itu menunjukkan betapa efektifnya permainan Spanyol dalam meredam kreativitas Lionel Messi dan rekan-rekannya.
Selama pertandingan berlangsung, Lionel Messi lebih banyak terisolasi sehingga gagal memberikan pengaruh besar seperti yang biasa ia lakukan.
Meski sempat mencoba membangkitkan permainan tim pada menit-menit akhir, usaha Lionel Messi belum mampu menyelamatkan Argentina dari kekalahan.
Hasil tersebut membuat Argentina gagal menjadi negara pertama sejak Brasil pada 1962 yang mampu mempertahankan gelar juara Piala Dunia.
Lionel Scaloni Menangis dan Bicara Soal Masa Depan
Usai pertandingan final Piala Dunia 2026, Lionel Scaloni tampak tidak mampu menyembunyikan emosinya.
Pelatih berusia 48 tahun itu terlihat menitikkan air mata setelah peluit panjang dibunyikan.
Baca Juga: Final Piala Dunia 2026: Lionel Messi Bersiap Menutup Era, Lamine Yamal Siap Menyambut Takhta Baru
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Lionel Scaloni mengaku belum dapat memastikan masa depannya sebagai pelatih Argentina.
"Saya harus jujur dan mengatakan bahwa saya perlu meluangkan waktu untuk memikirkan masa depan, karena saya tidak yakin pencapaian seperti ini bisa diraih lagi."
Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi bahwa Lionel Scaloni tengah mempertimbangkan untuk mengakhiri perjalanannya bersama Argentina.
Kontrak Lionel Scaloni bersama federasi sepak bola Argentina diketahui akan berakhir pada penghujung tahun ini.
Ia mengakui masih akan berdiskusi terlebih dahulu dengan pimpinan federasi sebelum mengambil keputusan.
"Saya akan berbicara dengan presiden federasi. Saya sudah memiliki gambaran umum mengenai apa yang ingin saya lakukan, yaitu menyelesaikan kontrak terlebih dahulu, lalu setelah itu baru kita lihat bagaimana ke depannya."
Lionel Scaloni juga menilai membangun kembali skuad dengan kebersamaan seperti saat ini bukan pekerjaan yang mudah.
"Untuk bisa terus melanjutkan, dibutuhkan banyak hal. Yang paling penting adalah memulai kembali dari awal dan membangun kelompok pemain seperti ini lagi. Dan itu bukan sesuatu yang mudah untuk diwujudkan."
Era Lionel Messi dan Generasi Emas Argentina Mendekati Akhir
Kekalahan di final Piala Dunia 2026 juga memunculkan pertanyaan mengenai masa depan Lionel Messi.
Pemain berusia 39 tahun tersebut diperkirakan telah menjalani pertandingan kompetitif terakhirnya bersama tim nasional.
Sepanjang turnamen, Argentina masih sangat bergantung kepada kualitas yang dimiliki Lionel Messi.
Namun, usia sang kapten membuat regenerasi menjadi kebutuhan yang tidak bisa lagi ditunda.
Salah satu nama yang mulai diproyeksikan menjadi penerus adalah gelandang muda Como, Nico Paz.
Kehadiran pemain-pemain muda diharapkan mampu menjaga daya saing Argentina pada turnamen besar berikutnya.
Rekor Gemilang Lionel Scaloni Bersama Argentina
Terlepas dari kegagalan di Piala Dunia 2026, pencapaian Lionel Scaloni tetap layak mendapat apresiasi.
Sejak ditunjuk sebagai pelatih pada 2018, Lionel Scaloni berhasil mengubah wajah Argentina menjadi salah satu tim paling konsisten di dunia.
Ia memimpin Argentina dalam 104 pertandingan. Dari jumlah tersebut, Lionel Scaloni mencatatkan 80 kemenangan, 14 hasil imbang, dan hanya 10 kekalahan.
Persentase kemenangan Lionel Scaloni mencapai 76,9 persen.
Selama menangani Argentina, ia mempersembahkan dua gelar Copa América, satu trofi Piala Dunia, serta membawa tim menjadi runner-up Piala Dunia 2026.
Catatan tersebut menjadikan Lionel Scaloni sebagai salah satu pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola Argentina.
Meski masa depannya masih belum dipastikan, warisan yang ditinggalkan Lionel Scaloni telah mengakhiri penantian panjang Argentina akan gelar internasional dan membawa La Albiceleste kembali menjadi kekuatan utama sepak bola dunia. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni