RADARTUBAN - Masa depan Rafael Leao di klub raksasa Serie A, AC Milan kembali menjadi sorotan pada bursa transfer musim panas.
Penyerang asal Portugal itu dikabarkan semakin dekat dengan pintu keluar San Siro setelah Rossoneri disebut telah membuka peluang menjual sang pemain sejak Mei lalu.
Namun, meski tawaran menggiurkan sudah datang, Leao belum terburu-buru menentukan masa depannya.
Galatasaray Datang dengan Tawaran Fantastis
Jurnalis transfer asal Italia, Nico Schira, mengungkapkan bahwa Galatasaray masih menjadi klub yang paling serius memburu tanda tangan Rafael Leao.
Klub raksasa Turki tersebut bahkan telah menyodorkan kontrak berdurasi hingga 2030 dengan nilai mencapai 10 juta euro per musim untuk membujuk sang penyerang.
Meski nominal itu tergolong fantastis, Leao dikabarkan belum memberikan lampu hijau.
"Situasi Rafael Leao sama seperti yang saya ungkap sebulan lalu. Galatasaray ingin merekrutnya dan telah menawarkan kontrak hingga 2030 dengan gaji 10 juta euro per tahun untuk meyakinkan sang penyerang, yang masih menunggu klub Premier League karena itu adalah prioritasnya. AC Milan telah memutuskan menjual Leao dengan harga 50-60 juta euro sejak Mei," tulis Nico Schira melalui akun X pribadinya.
Premier League Masih Jadi Tujuan Utama
Laporan tersebut mengindikasikan bahwa ambisi Leao belum berubah. Kompetisi Premier League disebut masih menjadi destinasi impian pemain berusia 27 tahun itu, sehingga ia memilih menunggu datangnya tawaran dari klub Inggris sebelum mengambil keputusan.
Di sisi lain, AC Milan tampaknya mulai realistis. Klub penghuni San Siro itu dikabarkan siap melepas Leao dengan banderol 50 hingga 60 juta euro, angka yang dinilai cukup menarik bagi klub-klub peminat di tengah dinamika bursa transfer.
Kini, pertanyaan besarnya bukan lagi apakah Rafael Leao akan meninggalkan AC Milan, melainkan ke mana ia akan berlabuh.
Galatasaray sudah berada di garis terdepan dengan proposal bernilai tinggi, tetapi selama pintu Premier League masih terbuka, saga transfer bintang Portugal tersebut diperkirakan belum akan mencapai garis akhir. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni