RADARTUBAN - Rumor yang mengaitkan Joshua Zirkzee dengan Juventus kembali menjadi perbincangan di bursa transfer musim panas. Namun, kabar tersebut tampaknya masih jauh dari kenyataan.
Jurnalis transfer Matteo Moretto menegaskan bahwa peluang penyerang asal Belanda itu kembali ke Serie A saat ini sangat kecil.
Meski Juventus terus dikaitkan dengan sejumlah penyerang baru, nama Zirkzee belum masuk dalam tahap negosiasi yang serius.
Situasi tersebut sekaligus meredam spekulasi yang belakangan ramai beredar di kalangan pendukung Bianconeri.
Baca Juga: Nasib Kiper Juventus Berbalik Drastis, Di Gregorio Bertahan, Perin Kini Berpotensi Tinggalkan Turin
Zirkzee Belum Tentukan Masa Depannya
Menurut Moretto, fokus utama Zirkzee saat ini bukan mencari klub baru, melainkan menentukan langkah bersama Manchester United.
Ia masih belum mengambil keputusan apakah akan bertahan di Old Trafford atau membuka peluang hengkang pada bursa transfer musim panas ini.
"Penyerang tengah asal Belanda itu belum memutuskan apa yang akan ia lakukan bersama Manchester United, dan itu bukan kemungkinan yang serius. Kita akan melihat dalam beberapa pekan ke depan apakah ia terbuka terhadap opsi lain, tetapi untuk saat ini situasinya menemui jalan buntu." tulis Moretto.
Juventus Harus Realistis
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Juventus sebaiknya tidak terlalu bergantung pada Zirkzee.
Apalagi, Bianconeri masih disibukkan dengan negosiasi Randal Kolo Muani yang juga belum menemukan titik temu dengan Paris Saint-Germain.
Artinya, manajemen Juventus harus menyiapkan beberapa alternatif agar kebutuhan di lini depan tidak berujung pada kegagalan di akhir bursa transfer.
Bursa Transfer Masih Bisa Berubah
Meski peluang transfer Zirkzee ke Turin saat ini dinilai nyaris tertutup, bursa transfer selalu menyimpan kejutan.
Perubahan sikap pemain, keputusan Manchester United, atau munculnya tawaran lain dapat mengubah situasi dalam hitungan hari.
Namun untuk saat ini, pesan dari Matteo Moretto cukup jelas: rumor kepindahan Joshua Zirkzee ke Juventus masih sebatas spekulasi dan belum memiliki fondasi kuat untuk menjadi kenyataan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni