RADARTUBAN - Harapan Juventus untuk memulangkan Randal Kolo Muani mulai menemui jalan terjal. Paris Saint-Germain (PSG) tetap bersikeras mematok harga 50 juta euro, angka yang hingga kini belum mampu dipenuhi Bianconeri.
Laporan Tuttosport menyebutkan, situasi tersebut memaksa raksasa Serie A asal Turin itu menyiapkan skenario alternatif.
Direktur klub, Giovanni Carnevali dan Frederic Massara, kembali membuka opsi merekrut penyerang Crystal Palace, Jean-Philippe Mateta, sebagai rencana cadangan.
Baca Juga: AC Milan Belum Menyerah Kejar Jean-Philippe Mateta dari Crystal Palace Musim Panas Ini
Juventus Ajukan Formula, PSG Tetap Bergeming
Juventus sebenarnya sudah mengajukan proposal senilai 38 juta euro kepada PSG.
Skemanya berupa pinjaman berbayar yang disertai kewajiban membeli permanen apabila Juventus berhasil lolos ke kompetisi Eropa musim depan.
Namun, PSG tidak bergeser dari pendiriannya. "Jika kesepakatan tidak tercapai, perhatikan Rencana B: Jean-Philippe Mateta. Penyerang Crystal Palace itu menunda pembicaraan mengenai perpanjangan kontraknya karena ingin melangkah ke level berikutnya dengan bergabung ke klub besar." tulis Tuttosport.
Mateta Masuk Radar Serius
Nama Jean-Philippe Mateta kini bukan lagi sekadar alternatif di atas kertas. Penyerang asal Prancis itu dikabarkan menahan negosiasi kontrak baru bersama Crystal Palace karena ingin mencari tantangan yang lebih besar.
Manchester United memang sempat melakukan pendekatan awal. Namun, ketertarikan tersebut belum berkembang menjadi negosiasi konkret.
Situasi itu membuka peluang bagi Juventus untuk masuk lebih agresif dalam perburuan sang striker.
Juventus Dihadapkan pada Pilihan Sulit
Bursa transfer kini memasuki fase krusial. Juventus harus menentukan apakah akan memenuhi tuntutan PSG demi mendapatkan Kolo Muani atau mengalihkan fokus kepada Mateta yang berpotensi lebih realistis secara finansial.
Apa pun keputusannya, satu hal sudah terlihat jelas: Juventus membutuhkan tambahan amunisi di lini depan.
Kini, bola berada di tangan manajemen Bianconeri, apakah berani membayar mahal untuk target utama atau memilih jalan yang lebih rasional lewat Plan B. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni