RADARTUBAN - Perburuan striker muda Mateo Pellegrino memasuki fase panas. Raksasa Serie A, Juventus dikabarkan telah mengamankan kesepakatan prinsip dengan sang pemain. Namun, jalan menuju Turin masih terjal lantaran Parma belum bersedia melepas aset berharganya dengan mudah.
Pakar bursa transfer asal Italia, Nicolò Schira, mengungkapkan bahwa negosiasi kini tersendat di meja klub.
Parma tetap kukuh dengan valuasi yang mereka tetapkan, sementara Juventus masih berusaha mencari formula terbaik agar transfer bisa terwujud.
Baca Juga: Kolo Muani Makin Dekat ke Juventus, Tawaran Baru Bikin PSG Tak Punya Banyak Pilihan
Parma Bersikeras, Juventus Diminta Bayar Penuh
Dalam unggahannya di akun X, Schira menulis bahwa Parma meminta 30 juta euro untuk menjual sang striker, yang telah memiliki kesepakatan prinsip dengan Juventus.
"Juventus menawarkan skema pinjaman berbayar dengan opsi pembelian, tetapi Parma menginginkan kewajiban membeli." tulis Schira.
"Fiorentina menginginkannya jika Moise Kean pergi. Crystal Palace dan satu klub Prancis juga memantau situasinya." lanjutnya.
Perbedaan skema transfer menjadi batu sandungan utama. Juventus ingin meminimalkan risiko dengan opsi pembelian, sedangkan Parma hanya bersedia melepas Pellegrino apabila ada kewajiban membeli secara permanen.
Fiorentina dan Crystal Palace Siaga Menikung
Situasi tersebut membuat persaingan semakin terbuka. Fiorentina sudah menyiapkan Pellegrino sebagai calon pengganti apabila Moise Kean hengkang pada bursa transfer musim panas ini.
Di saat bersamaan, Crystal Palace dan satu klub asal Prancis juga terus memantau perkembangan negosiasi.
Jika pembicaraan Juventus dan Parma kembali buntu, bukan tidak mungkin klub lain memanfaatkan celah tersebut.
Juventus Berpacu dengan Waktu
Bagi Juventus, mendapatkan persetujuan pemain saja belum cukup. Kesepakatan dengan Parma menjadi kunci yang akan menentukan masa depan Pellegrino.
Kini, tekanan berada di tangan Bianconeri. Apakah mereka bersedia memenuhi tuntutan Parma senilai 30 juta euro demi mengamankan salah satu striker muda yang tengah naik daun, atau justru kehilangan target karena disalip rival di tikungan terakhir?
Bursa transfer kali ini kembali membuktikan bahwa kesepakatan dengan pemain hanyalah separuh dari perjuangan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni