RADARTUBAN - Harapan Timnas Indonesia untuk diperkuat Justin Hubner pada ASEAN Championship 2026 mendapat pukulan telak. Bek berusia 22 tahun itu dipastikan tidak akan bergabung setelah klubnya, Fortuna Sittard, menolak memberikan izin.
Informasi tersebut diungkap media Belanda De Limburger, yang menyebut keputusan klub Eredivisie itu sebenarnya sudah disampaikan jauh sebelum turnamen dimulai.
"Fortuna Sittard telah memberi tahu FIFA beberapa minggu lalu bahwa bek tengah tersebut tidak dapat mengikuti turnamen yang berada di luar kalender internasional FIFA." tulis De Limburger dalam laporannya.
Turnamen di Luar Kalender FIFA Jadi Kendala Utama
Keputusan Fortuna Sittard bukan tanpa alasan. ASEAN Championship 2026 memang tidak masuk agenda resmi kalender pertandingan internasional FIFA.
Artinya, klub memiliki hak penuh untuk menolak melepas pemainnya ke tim nasional tanpa melanggar regulasi.
Situasi ini menjadi tantangan yang kerap dihadapi negara-negara Asia Tenggara ketika menggelar turnamen regional di tengah padatnya kompetisi klub Eropa.
Bagi Indonesia, absennya Hubner jelas menjadi kehilangan besar. Bek kidal itu dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu sosok penting di lini belakang berkat ketenangan, duel udara yang kuat, dan kemampuannya membangun serangan dari area pertahanan.
Alarm untuk Kedalaman Skuad Garuda
Keputusan Fortuna Sittard juga menjadi pengingat bahwa Timnas Indonesia tidak bisa sepenuhnya bergantung pada pemain yang berkarier di Eropa untuk ajang di luar kalender FIFA.
Situasi ini memaksa pelatih John Herdman menyiapkan alternatif terbaik agar kekuatan lini belakang tetap terjaga sepanjang turnamen.
Meski kabar ini mengecewakan suporter, keputusan Fortuna Sittard merupakan hak klub sesuai regulasi FIFA.
Kini, perhatian beralih kepada tim pelatih Timnas Indonesia untuk mencari solusi agar absennya Justin Hubner tidak mengganggu ambisi Garuda bersaing memperebutkan gelar ASEAN Championship 2026. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni