RADARTUBAN - Duka atas kepergian legenda AC Milan, Franco Baresi, terus menggema. Kali ini, giliran Paolo Maldini yang menyampaikan penghormatan paling menyentuh.
Lewat unggahan yang dikutip akun X EuroFoot, mantan kapten Rossoneri itu mengungkapkan betapa besar arti Baresi.
Bukan hanya sebagai rekan setim, tetapi juga sosok ayah, pelindung, dan panutan sepanjang kariernya.
Pesan tersebut langsung menyentuh hati jutaan pendukung AC Milan. Bagi banyak tifosi, hubungan Maldini dan Baresi memang menjadi simbol kepemimpinan, loyalitas, dan kejayaan Rossoneri yang sulit tergantikan.
"Apa yang Akan Kami Lakukan Tanpa Kapten Kami?"
Baca Juga: Dunia Sepak Bola Berduka, Franco Baresi Tutup Usia, Warisan Besarnya untuk Milan Tak Akan Pudar
Dalam pesan perpisahannya, Maldini menulis:
"Selamat jalan, Franco. Hari ini aku merasakan perasaan yang sama seperti ketika, karena alasan apa pun, engkau tidak bisa berada di lapangan bersama kami: apa yang akan kami lakukan tanpa Kapten kami?"
Ia kemudian mengenang nilai-nilai yang diwariskan Baresi.
"Engkau mengajariku untuk berjuang hingga napas terakhir, mengajarkan arti mencintai seragam dan nilai menjadi seorang pemimpin sejati. Engkau melakukannya melalui teladan setiap hari: sedikit kata-kata, tetapi begitu banyak tindakan."
Tak berhenti di situ, Maldini juga mengungkapkan hubungan pribadi mereka yang begitu erat.
"Engkau melindungiku saat masih kecil, membimbingku ketika remaja, dan menginspirasiku sebagai seorang pria. Engkau adalah pesepak bola terhebat yang pernah mendapat kehormatan bermain bersamaku."
Warisan yang Tak Akan Pernah Padam
Di akhir pesannya, Maldini menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Baresi.
"Pelukan penuh kasih untuk seluruh keluargamu, terutama istrimu dan anak-anakmu. Kami akan merindukanmu, Kapten. Namun cahaya dari bintangmu akan terus menyinari kami selamanya."
Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa warisan Franco Baresi tidak hanya diukur dari trofi atau rekor.
Ia meninggalkan standar kepemimpinan, loyalitas, dan karakter yang menjadi fondasi budaya AC Milan selama puluhan tahun.
Bagi Maldini, kepergian sang kapten bukan sekadar kehilangan seorang legenda, melainkan hilangnya sosok yang membentuk perjalanan hidupnya di dalam maupun di luar lapangan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni