RADARTUBAN – Drama masa depan Santi Giménez di Serie A memasuki babak baru.
FC Porto diam-diam mulai bergerak dengan menghubungi kubu striker AC Milan tersebut untuk menjajaki kemungkinan transfer.
Kabar ini diungkap jurnalis Matteo Moretto. Menariknya, Giménez disebut terbuka terhadap peluang kembali ke Portugal jika FC Porto dan AC Milan mampu mencapai kesepakatan mengenai detail transfer.
Situasi tersebut jelas menjadi sinyal yang patut diperhatikan Milan.
Porto Mulai Ketuk Pintu Giménez
FC Porto disebut telah melakukan kontak dengan pihak Giménez untuk mengetahui kemungkinan kepindahan sang penyerang.
Belum ada kesepakatan antara kedua klub. Namun, fakta bahwa pemain bersangkutan disebut tertarik membuat rumor ini memiliki fondasi lebih kuat dibanding sekadar spekulasi bursa transfer.
Giménez sendiri bukan nama asing bagi sepak bola Portugal. Sebelum pindah ke Milan, pemain Meksiko tersebut membangun reputasinya bersama Feyenoord di Belanda.
Kini, FC Porto berusaha memanfaatkan situasi tersebut untuk membawanya kembali ke kawasan Iberia.
Milan Dihadapkan pada Pilihan Sulit
Bagi AC Milan, perkembangan ini bisa menjadi persoalan serius. Giménez didatangkan dengan ekspektasi menjadi salah satu tumpuan lini depan.
Jika Milan membuka pintu penjualan, klub harus memastikan penggantinya benar-benar sepadan.
Sebaliknya, mempertahankan pemain yang mulai mendapatkan tawaran dari klub lain juga membutuhkan kepastian mengenai masa depannya.
Porto jelas tidak akan bergerak tanpa perhitungan. Klub Portugal tersebut kini tinggal menunggu apakah bisa menemukan formula yang membuat Milan bersedia bernegosiasi.
Yang paling menarik justru datang dari sisi pemain.
Baca Juga: Liga Champions: FC Porto vs Barcelona Berebut Puncak Klasemen, Newcastle Tertantang Redam Mbappea
Giménez disebut akan tertarik dengan kepindahan tersebut jika kedua klub dapat menyepakati detail kesepakatan.
Artinya, pintu belum terbuka lebar. Tetapi juga belum tertutup.
Bagi Milan, ini bisa menjadi awal dari saga transfer yang jauh lebih panas daripada perkiraan sebelumnya. (*)
Editor : Hardiyati Budi AnggraeniSumber : Matteo Moretto