RADARTUBAN – Masa depan Davide Frattesi bersama jawara Serie A, Inter Milan tampaknya segera berakhir. Gelandang tim nasional Italia itu dikabarkan tinggal selangkah lagi meninggalkan Giuseppe Meazza untuk bergabung dengan Lazio.
Informasi tersebut disampaikan pakar transfer Italia, Nico Schira, melalui akun X miliknya.
Menurut Schira, negosiasi transfer Frattesi ke Lazio sudah memasuki tahap akhir dengan skema peminjaman yang disertai kewajiban membeli.
Namun, ada satu syarat yang membuat kesepakatan ini cukup menarik. Kewajiban Lazio untuk mempermanenkan Frattesi baru berlaku apabila mereka mampu finis di posisi ke-12 atau lebih tinggi di Serie A.
Baca Juga: Federico Dimarco Tolak Godaan Klub Besar, Inter Milan Siapkan Kontrak Seumur Hidup hingga 2030
Dengan kata lain, Lazio harus memastikan musim mereka tidak berantakan jika ingin mengamankan Frattesi secara permanen.
Nilai Transfer € 15 Juta Plus 50 Persen
Schira menyebut total paket transfer Frattesi mencapai € 15 juta, ditambah 50 persen hak atas keuntungan penjualan sang pemain di masa depan.
Struktur tersebut memperlihatkan bahwa Inter masih ingin menjaga keuntungan ekonomi dari pemain yang mereka miliki.
Lazio, di sisi lain, mendapatkan ruang untuk mengurangi risiko finansial pada tahap awal.
Bagi Lazio, kedatangan Frattesi bisa menjadi perjudian yang menarik. Gelandang berusia 26 tahun itu memiliki karakter agresif, kemampuan melakukan penetrasi dari lini kedua, serta pengalaman di level tertinggi Italia.
Kontrak Panjang Menunggu
Jika kesepakatan rampung, Frattesi disebut akan mendapatkan kontrak hingga 2031 dengan format 1+4 tahun.
Transfer ini sekaligus menjadi sinyal perubahan besar dalam perjalanan karier Frattesi.
Setelah kesulitan mendapatkan peran konsisten di Inter, Lazio berpotensi menjadi tempat bagi sang gelandang untuk kembali menemukan ritme dan status penting dalam tim.
Sementara bagi Inter, kesepakatan tersebut bisa menjadi jalan keluar yang menguntungkan dari situasi Frattesi sekaligus mempertahankan potensi pemasukan lewat klausul 50 persen penjualan berikutnya.
Kini, satu pertanyaan tersisa: mampukah Lazio finis minimal peringkat 12 agar kewajiban membeli Frattesi benar-benar aktif? Ketentuan sederhana itu bisa menjadi kunci dari seluruh transfer. (*)
Editor : Hardiyati Budi AnggraeniSumber : x.com/ Nico Schira