RADARTUBAN - Surat edaran mendadak dari Asprov PSSI Jawa Timur membuat persiapan Piala Soeratin U-17 Jawa Timur 2026 kembali berubah.
Kompetisi sepak bola usia muda yang semula dijadwalkan bergulir pekan ini harus ditunda hingga 19 Agustus 2026.
Keputusan tersebut juga memicu kekecewaan sejumlah tim peserta. Pasalnya, beberapa hari sebelum kompetisi dimulai, tim-tim peserta diwajibkan membayar biaya tambahan pelaksanaan kompetisi.
Kebijakan itu dinilai muncul terlalu mendadak karena tidak dibahas saat technical meeting dan drawing.
Baca Juga: Terkendala Akses Lapangan Uji Coba: Persiapan Bumi Wali FC U-17 Jelang Piala Soeratin
Ketentuan tersebut tertuang dalam surat Asprov PSSI Jawa Timur Nomor 206/B/PSSI-Jatim/VIII/2026 tertanggal 7 Agustus 2026.
Dalam surat itu disebutkan, pelaksanaan Piala Soeratin U-17 Jawa Timur 2026 ditunda paling lambat hingga 19 Agustus 2026.
Peserta juga diwajibkan menyelesaikan pembayaran biaya pelaksanaan kompetisi paling lambat 10 Agustus 2026. Setelah itu, dilakukan pendataan ulang peserta dan drawing ulang.
Padahal, 69 tim sebelumnya telah mengikuti technical meeting dan drawing pada 22 Juli. Dalam forum tersebut, persoalan biaya tambahan tidak dibahas. Kebijakan baru justru muncul sekitar sepekan sebelum kompetisi dimulai.
Beban lebih besar harus ditanggung tim yang menjadi tuan rumah penyisihan grup. Mereka diwajibkan menyiapkan kebutuhan pertandingan, mulai dari akomodasi hingga berbagai kelengkapan pertandingan.
Kebijakan itu berujung pada mundurnya lima tim dari kompetisi. Jumlah peserta pun berkurang dari 69 menjadi 64 tim.
Perubahan komposisi peserta tersebut berdampak pada pembagian grup dan jadwal pertandingan yang sebelumnya telah disusun.
Salah satu tim yang mempersoalkan perubahan tersebut adalah Bumi Wali FC U-17 Tuban. Ketua Harian Bumi Wali FC U-17 Indra Bagus Burhanuddin mengaku terkejut setelah menerima pemberitahuan mengenai biaya tambahan.
“Padahal pada tahun-tahun sebelumnya tidak pernah ada biaya tambahan, tentu ini menjadi sejarah baru,” beber dia kepada Jawa Pos Radar Tuban, Rabu (12/8).
Menurut Indra, persoalan utama bukan besaran biaya yang harus dibayar. Dia mempertanyakan waktu keluarnya kebijakan tersebut yang dinilai terlalu dekat dengan pelaksanaan kompetisi.
Baca Juga: Piala Soeratin U-17 Jatim 2026: Bumi Wali FC Satu Grup Bareng PSID Jombang, Siap Target Lolos!
“Bukan masalah biayanya, namun mengapa saat drawing tidak dibahas, justru mendadak diumumkan saat tim-tim sudah siap mau berkompetisi,” keluhnya.
Mundurnya lima tim juga memaksa panitia melakukan penyesuaian ulang. Salah satu tim yang memastikan mundur adalah FC Pare U-17. Tim tersebut sebelumnya berada di Grup F bersama Bumi Wali FC U-17 Tuban.
Indra mengatakan, perubahan peserta otomatis memengaruhi komposisi grup dan jadwal pertandingan. Kondisi itu membuat tim harus kembali menyesuaikan persiapan yang telah dilakukan.
“Saya rasa seluruh tim pasti kecewa dengan keputusan yang datangnya mendadak ini,” tegasnya.
Setelah FC Pare U-17 mundur, posisinya di Grup F digantikan Kediri United U-17. Sebelumnya, Kediri United U-17 berada di Grup N berdasarkan hasil drawing pada 22 Juli.
Dengan komposisi terbaru, Grup F kini dihuni empat tim, yakni Bumi Wali FC U-17, Kediri United U-17, Naga Emas Asri U-17, dan tuan rumah PSID Jombang U-17. Pertandingan pertama grup tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 19 Agustus.
Meski perubahan regulasi berimbas pada jadwal dan komposisi grup, Bumi Wali FC U-17 memilih tetap fokus mempersiapkan tim. Indra meminta para pemain tidak larut dalam persoalan di luar lapangan.
“Meski ada perubahan regulasi dan jadwal yang berubah, kami menekankan kepada para pemain untuk tetap fokus untuk fokus dalam setiap pertandingan yang akan dihadapi, semoga di pertandingan perdana nanti bisa meraih poin penuh,” pungkas Indra. (an/ds)
Editor : Yudha Satria AditamaSumber : Radar Tuban