RADARTUBAN - Jawara Serie A, Inter Milan membuat gebrakan besar di bursa transfer dengan mendatangkan Curtis Jones dari Liverpool. Kesepakatan transfer gelandang asal Inggris itu disebut sudah rampung dan dikonfirmasi.
Informasi tersebut disampaikan pakar transfer Italia, Nico Schira, melalui akun X miliknya.
Dalam laporannya disebutkan, Inter harus mengeluarkan biaya awal € 30 juta atau sekitar Rp 500 miliar, ditambah bonus € 5 juta.
Tak berhenti di situ. Liverpool juga mendapatkan klausul 10 persen dari keuntungan penjualan Jones pada masa mendatang.
Jones akan menandatangani kontrak bersama Inter Milan hingga 2031. Transfer ini sekaligus menandai berakhirnya perjalanan panjang pemain 25 tahun tersebut bersama klub yang membesarkan namanya.
Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : Francisco Conceição Diburu Liverpool, Juventus Dihadapkan Dilema Besar
Langsung Terbang ke Italia
Menurut laporan Schira, Jones dijadwalkan tiba di Italia hari ini. Bahkan, ia disebut akan langsung hadir di Stadion San Siro pada Sabtu untuk menyaksikan calon rekan-rekan barunya menghadapi Monza.
Kehadiran Jones di San Siro bakal menjadi sinyal kuat bahwa transfer tersebut tinggal menunggu tahap akhir sebelum benar-benar disahkan secara administratif.
Bagi Inter, kedatangan Jones bukan sekadar transfer untuk memperkuat kedalaman skuad.
Pemain yang dikenal mampu bermain sebagai gelandang tengah maupun lebih menyerang itu diproyeksikan menjadi bagian penting dari regenerasi lini tengah Nerazzurri.
Inter Berani Bayar Mahal
Nilai transfer € 30 juta plus bonus menunjukkan betapa seriusnya Inter melihat potensi Jones.
Di sisi lain, Liverpool harus merelakan pemain yang tumbuh dari akademinya setelah bertahun-tahun menjadi bagian skuad utama.
Kesepakatan ini juga menarik karena klausul 10 persen penjualan berikutnya masih memberi Liverpool peluang mendapatkan keuntungan tambahan.
Jika Jones mampu meledak di Italia, Inter bukan hanya mendapatkan gelandang baru.
Mereka bisa saja mendapatkan pemain yang menjadi wajah baru lini tengah klub untuk bertahun-tahun ke depan. (*)
Editor : Hardiyati Budi AnggraeniSumber : Nico Schira