RADARTUBAN – Lima tim pelajar Kabupaten Tuban membawa misi besar ke Bojonegoro. Bukan sekadar bertanding, mereka datang dengan satu target: merebut tiket menuju putaran final Bahlil Mini Soccer Asyik Menuju Puncak yang bakal digelar di Surabaya. Persaingan Zona 5 Bojonegoro-Tuban pun mulai memanas.
Jumat (4/9), lima wakil Bumi Ronggolawe mengikuti technical meeting sebelum bersiap menghadapi pertarungan yang dijadwalkan berlangsung 14–15 September.
Kesempatan ini menjadi momentum bagi Tuban untuk membuktikan bahwa talenta sepak bola pelajar daerah mampu bersaing dan menembus panggung tingkat Jawa Timur.
Baca Juga: Rangkul Anak Muda lewat Bahlil Mini Soccer, Golkar Jatim Bidik Jadi Agenda Rutin
Lima Wakil Tuban Siap Tempur
Kekuatan Tuban dalam kompetisi tingkat SMA/sederajat se-Jawa Timur tersebut diwakili SMAN 1 Tuban, SMAN 2 Tuban, SMAN 4 Tuban, SMAN 5 Tuban, dan SMAN Soko.
Kelima tim diberangkatkan menuju Bojonegoro untuk mengikuti technical meeting menggunakan empat bus Si Mas Ganteng.
Pemberangkatan dilakukan Direktur Jawa Pos Radar Tuban Tulus Widodo bersama anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Tuban Aguh Setyo Wacono.
Tulus berpesan agar para pemain tak hanya mengejar kemenangan. Sikap dan sportivitas juga harus menjadi harga mati.
"Adik-adik diharapkan menjaga sikap dan tetap sportif. Ini adalah tahap awal. Masih ada waktu 10 hari sampai tanggal 14 September, saya rasa waktu ini sudah cukup untuk persiapan matang," tegas Tulus.
SMAN 4 Tuban Bidik Tiket Final
Persiapan juga terus digeber masing-masing tim. Official SMAN 4 Tuban Ricky Bayu Setyayuda mengatakan, skuadnya langsung menjalani latihan rutin setelah menerima panggilan resmi dari panitia.
"Sesuai regulasi, SMAN 4 Tuban memboyong kekuatan penuh yang terdiri dari 17 pemain gabungan kelas 10 hingga 12, serta 3 orang official. Target kami bisa menembus babak final dan menjadi wakil resmi Tuban di tingkat provinsi" papar Ricky.
Tantangan tersendiri adalah adaptasi dengan karakter mini soccer. Namun, Ricky optimistis para pemain mampu beradaptasi karena sebelumnya telah mengenal sepak bola dan futsal.
"Kita cari jalan tengahnya karena formatnya 7 lawan 7. Saat di Sekolah Sepak Bola (SSB) dulu anak-anak sebenarnya sudah terbiasa, jadi kita tinggal mengulas kembali metode permainannya. Secara aturan dasar mirip dengan sepak bola biasa, jadi anak-anak insyaAllah cepat beradaptasi," ujar Ricky optimistis.
Kini, persiapan fisik dan taktik terus digenjot. Lima wakil Tuban tinggal menunggu waktu untuk turun ke lapangan dan mempertaruhkan nama Bumi Ronggolawe demi satu tiket berharga ke Surabaya. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning MentariSumber : Radar Tuban