RADARTUBAN – Persebaya Surabaya tidak ingin perjalanan ke markas Bhayangkara Presisi Lampung FC berakhir sia-sia.
Cuaca panas Lampung menjadi salah satu tantangan yang sudah diantisipasi sejak awal.
Bukan hanya soal taktik, stamina pemain juga bakal diuji dalam pertandingan matchday pertama Super League 2026/2027 yang menuntut konsentrasi penuh tersebut.
Pelatih Persebaya Coach Benardo Tavares bahkan memutuskan tim berlatih lebih awal.
Langkah itu bukan tanpa alasan. Persebaya ingin para pemain lebih cepat beradaptasi dengan kondisi panas di Lampung sebelum turun bertanding.
Sebab, kehilangan energi terlalu cepat bisa menjadi bumerang ketika pertandingan memasuki fase krusial.
Adaptasi Jadi Kunci
Tavares memastikan persiapan Persebaya tetap berjalan normal. Namun, perhatian khusus diberikan terhadap faktor cuaca.
Tim tidak ingin kondisi panas mengganggu rencana permainan yang telah disiapkan.
Dalam sesi latihan, jajaran pelatih mengasah organisasi permainan, baik ketika menyerang maupun bertahan. Transisi positif dan negatif juga menjadi perhatian.
Situasi bola mati turut dimatangkan sebagai salah satu senjata yang bisa menentukan hasil pertandingan.
Menariknya, Tavares memberikan penilaian positif terhadap kondisi Stadion PKOR Sumpah Pemuda.
Menurut dia, kualitas lapangan musim ini lebih baik dibandingkan musim lalu.
Rivera Bawa Modal Pramusim
Gelandang Persebaya Francisco Rivera menegaskan kerja keras tim sejak pramusim menjadi modal penting menghadapi laga tersebut.
Persebaya telah menjalani rangkaian persiapan panjang, termasuk tampil di Piala Presiden dan menjalani pemusatan latihan di Thailand.
Baca Juga: Menatap Musim Baru, Rachmat Irianto Jadi Jembatan Pemersatu Skuad Persebaya Surabaya
Semua proses tersebut dinilai telah membentuk kesiapan pemain sebelum memasuki pertandingan kompetitif.
Rivera menyebut para pemain kini berada dalam kondisi siap. Tantangan berikutnya adalah kemampuan beradaptasi secepat mungkin dengan cuaca Lampung.
Persebaya pun dituntut tidak sekadar tampil kompetitif. Dengan persiapan yang sudah dilakukan, Bajul Ijo harus mampu menerjemahkan kerja keras selama pramusim menjadi performa nyata di lapangan.
Sebab, pada akhirnya, panasnya Lampung hanya akan menjadi cerita jika Persebaya mampu tetap dingin, disiplin, dan efektif sepanjang pertandingan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni