RADARTUBAN – Fabio Grosso benar-benar tak sempat menyelamatkan Fiorentina dari jurang krisis.
Baru tiga pertandingan Serie A 2026/2027, mantan pelatih Sassuolo itu sudah kehilangan pekerjaannya.
Fiorentina resmi memecat Grosso setelah kekalahan dramatis 1-2 dari Torino di Stadion Artemio Franchi, Sabtu (5/9).
Keputusan tersebut datang begitu cepat dan mengejutkan. Fiorentina bukan sekadar gagal menang, tetapi terpuruk dengan tiga kekalahan dalam tiga pertandingan.
Sembilan gol bersarang di gawang mereka, sementara hanya satu gol mampu dicetak. Catatan yang membuat tekanan di Firenze akhirnya meledak.
Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : Como Naikkan Tawaran € 35 Juta untuk Rebut Moise Kean dari Fiorentina
Tiga Laga, Tiga Kekalahan
Grosso sebenarnya datang dengan ekspektasi besar. Namun, perjalanan bersama Fiorentina berakhir bahkan sebelum kompetisi memasuki jeda internasional.
Fiorentina kalah dari Roma, kemudian Frosinone, dan terakhir Torino. Kekalahan terakhir menjadi pukulan telak karena Fiorentina sempat unggul sebelum Torino membalikkan keadaan menjadi 2-1.
Situasi tersebut membuat Fiorentina berada di dasar klasemen dengan nol poin.
La Gazzetta dello Sport melaporkan kekalahan dari Torino menjadi pemicu keputusan manajemen untuk mengganti pelatih.
Franchi Bergemuruh, Tekanan Tak Terbendung
Sejak laga kontra Torino berakhir, suara ketidakpuasan suporter semakin keras.
Pendukung Fiorentina bahkan meneriakkan tuntutan agar Grosso meninggalkan kursi pelatih.
Padahal sehari sebelumnya, posisi Grosso masih disebut belum langsung terancam.
Gazzetta sempat melaporkan klub berniat memberinya waktu untuk memperbaiki keadaan, setelah tiga kekalahan awal tersebut. Namun, situasi berubah drastis setelah kekalahan dari Torino.
Kini, Fiorentina menjadi klub Serie A pertama musim 2026/2027 yang mengganti pelatih.
Pernyataan Resmi Fiorentina
Fiorentina mengonfirmasi pemecatan tersebut melalui pernyataan resmi klub.
“ACF Fiorentina mengumumkan bahwa Fabio Grosso telah diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih tim utama putra pada hari ini.”
Keputusan itu sekaligus menutup perjalanan Grosso di Firenze dengan cara yang pahit.
Kini persoalan La Viola jauh lebih besar daripada sekadar pergantian pelatih.
Manajemen harus segera menemukan sosok yang mampu mengembalikan identitas permainan tim yang terlihat belum menemukan keseimbangan.
Dengan musim yang baru berjalan tiga pertandingan, Fiorentina sudah berada dalam situasi darurat.
Salah memilih pengganti Grosso bisa membuat krisis di klub yang pernah dibela Gabriel Batistuta itu semakin panjang. (*)
Editor : Hardiyati Budi AnggraeniSumber : La Gazzetta dello Sport