RADARTUBAN – Chelsea FC memasuki babak baru yang bisa mengubah wajah klub dalam beberapa tahun ke depan.
Clearlake Capital resmi mengambil kendali penuh atas raksasa Premier League tersebut setelah mengakuisisi kepemilikan Todd Boehly dan Mark Walter.
Pengumuman tersebut disampaikan Chelsea pada Rabu (16/9). Dalam pernyataan resmi klub, afiliasi Clearlake Capital Group, L.P. disebut akan mengambil alih kepemilikan Boehly sekaligus kepemilikan Walter.
“Chelsea Football Club hari ini mengumumkan bahwa afiliasi Clearlake Capital Group, L.P. (‘Clearlake’) akan mengakuisisi kepemilikan Todd Boehly,” demikian pernyataan klub.
“Clearlake juga akan mengakuisisi kepemilikan Mark Walter dan dengan demikian memperoleh kendali penuh atas klub.”
Perubahan tersebut menjadi titik balik penting sejak konsorsium Boehly-Clearlake mengambil alih Chelsea dari Roman Abramovich pada 2022.
Sebelumnya, Clearlake telah menjadi pemegang saham mayoritas dengan sekitar 61,5 persen, sementara Boehly, Walter dan Hansjörg Wyss masing-masing memegang sekitar 12,8 persen.
Boehly Tinggalkan Panggung Utama
Nama Boehly selama beberapa tahun terakhir begitu lekat dengan Chelsea.
Pengusaha Amerika Serikat itu bukan hanya pemilik, tetapi juga tampil sebagai chairman klub.
Kini, kepemilikannya berakhir. Associated Press melaporkan Boehly juga melepaskan posisi chairman setelah transaksi tersebut.
Bagi Chelsea, perubahan ini berpotensi menyederhanakan struktur kekuasaan.
Sebelumnya, Clearlake dan kelompok Boehly sama-sama memiliki pengaruh besar dalam arah klub. Kini, kendali utama berada di tangan Clearlake.
Wyss Tetap Bertahan
Meski Boehly dan Walter keluar dari struktur kepemilikan tersebut, tidak seluruh wajah lama menghilang.
Baca Juga: Bursa Transfer Serie A : Napoli Bergerak Cepat, Bek Chelsea Benoit Badiashile Masuk Target Utama
Chelsea memastikan Hansjörg Wyss tetap menjadi partner dan stakeholder penting klub.
“Hansjorg Wyss akan tetap menjadi mitra dan pemangku kepentingan penting,” lanjut pernyataan Chelsea.
Dengan perubahan itu, Clearlake kini memegang kendali dominan atas Chelsea.
Fokus berikutnya tentu bukan lagi soal siapa yang berkuasa, melainkan bagaimana pemilik baru menerjemahkan kekuasaan tersebut menjadi keputusan konkret di lapangan.
Sebab, setelah era Boehly berakhir, tekanan terhadap Clearlake justru semakin besar: uang, investasi, infrastruktur, dan terutama prestasi Chelsea akan menjadi ukuran sebenarnya dari era baru di Stamford Bridge. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni