Perubahan ini membuat Diks bukan lagi sekadar benteng pertahanan, tetapi juga salah satu wajah utama Indonesia di turnamen.
Nama Rizky Ridho sempat berada dalam radar kepemimpinan ketika Idzes tidak bermain. Namun kali ini John Herdman memilih Diks.
Keputusan tersebut datang tepat menjelang pertandingan pertama Indonesia di turnamen, sehingga sorotan langsung tertuju kepada bek Borussia Mönchengladbach tersebut.
Baca Juga: Kevin Diks, Audero, Baggott Tiba! Skuad Timnas Indonesia Mulai Lengkap
Diks Ambil Tanggung Jawab Lebih Besar
Diks tidak menyambut penunjukan tersebut dengan euforia berlebihan. Pemain 29 tahun itu justru menegaskan tanggung jawab yang kini berada di pundaknya.
“Ya, itu merupakan sebuah kehormatan besar bagi saya. Saya rasa sebelumnya, saya juga sudah banyak membantu. Jika Jay tidak ada di sini, saya berusaha membantu lebih banyak lagi,” kata Diks di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Selasa (22/9).
Diks juga mengakui bahwa kehadiran Idzes dirindukan seluruh tim. Namun, absennya sang kapten membuat pemain lain harus mengambil tanggung jawab lebih besar.
“Kami merindukan Jay, tetapi karena dia tidak ada di sini, kami harus meningkatkan performa. Kini saya terpilih sebagai kapten. Jadi ini adalah kehormatan besar bagi saya,” ujar Diks.
Bukan Sekadar Ban Kapten
Penunjukan Diks terjadi ketika persiapan Garuda memasuki fase akhir. Herdman telah menetapkan 23 pemain untuk FIFA ASEAN Cup 2026, dengan Indonesia berada di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh.
Laporan mengenai pemilihan Diks juga menyebut proses tersebut melibatkan suara rekan setim.
Interaksi di media sosial kemudian memperlihatkan respons positif dari pemain lain, termasuk Rizky Ridho melalui komentar, “Let’s go Capi”.
Ole Romeny juga meninggalkan komentar pada unggahan Diks. Tidak terlihat adanya polemik terbuka dalam pergantian pemimpin tim tersebut.
Singapura Jadi Ujian Pertama
Tantangan pertama Diks sebagai kapten datang Jumat (25/9). Indonesia akan menghadapi Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno dalam laga pembuka FIFA ASEAN Cup 2026.
Tanpa Idzes, tugas Diks menjadi berlapis: mengawal lini belakang sekaligus menjadi salah satu suara utama Garuda di lapangan.
Kini, ban kapten sudah berpindah. Diks tinggal membuktikan bagaimana kepemimpinan itu bekerja ketika pertandingan benar-benar dimulai. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni